Kadisparprov Sumatera Utara : Semoga Geopark Kaldera Toba Bisa Masuk Daftar UNESCO

0
gkt

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang berfungsi sebagai koordinator dan sinkronisator Kementerian/Lembaga terkait, dengan sigap kembali meninjau lokasi dan sebelumnya juga telah membentuk Komite Nasional Geopark Indonesia (Adhoc) yang dikoordinasikan oleh Kemenko Maritim.

“Ini lebih mempermudah bila ada masalah akan kita pecahkan secara bersama-sama. Misalkan, begitu kita dapat masalah yang belum selesai, kami dari Kemenko Maritim akan lebih mudah untuk mengundang semua pihak yang terkait, jadi dimana masalahnya akan kita selesaikan, jadi jelas ini tugas siapa dan wewenang siapa,” ujar Deputi Bidang SDA, Iptek dan Budaya Maritim, Safri Burhanudin disela peninjauan bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara dan perwakilan Kementerian/Lembaga terkait ke Geosite Hutaginjang, Sumatera Utara

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Hidayati, berharap saat penilaian Unesco pada 2 Agustus 2018 tentang Geopark Kaldera Toba berjalan lancar hingga menetepatkan sebagai anggotanya.

Geopark merupakan singkatan dari ‘Geological Park‘ yang artinya, taman geologi atau taman bumi. Secara harfiah, sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi luar biasa, termasuk nilai arkeologi, ekologu dan budaya yang ada di dalamnya.

Untuk sementara ada dua Geopark di Indonesia yang diakui oleh Unesco, yaitu Batur Global Geopark dan Gunung Sewo Geopark. Untuk itu Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah akan melakukan segala hal untuk membuat Danau Toba termasuk dalam satu tempat wisata yang harus diakui Unesco.

Pada 2 Agustus 2018 mendatang, akan ada tim penilai dari pihak Unesco yang menilai Geopark Kaldera Toba sebagai situs dunia sebagai tempat kunjungan mengulas sejarah, kebudayaan, kultur dan tumbuhan dan hewannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut Hidayati, sangat berharap agar negara-negara lain mengethaui bahwa Indonesia, khususnya Danau Toba punya tempat sangat indah serta memberikan pembelajaran.

“Ini adalah tugas utama dan amanah untuk saya. Dapat menjadikan Danau Toba sebagai anggota daru Unesco, karena manfaatnya sangat bagus untuk kita bahkan negara luar,” ungkap Hidayati.

Ia menuturkan, banyak hal yang bisa diketahui dunia luar tentang danau indah yang dimiliki Sumatera Utara. Kepala Dinas ini mengatakan, tercatat letusan yang sangat dahsyat 2800 kilometer kubik dengan radius luas dan terbesar di dunia, telah menciptakan tempat-tempat bagus yang harus diketahui masyarakat.

“Semenjak letusan hebat ini, banyak hal berubah di danau tersebut, mulai dari kebudayaan, Geologinya yang harus diketahui mancanegara. Udah saatnya Internasional tau Danau Toba punya tempat yang luar biasa,” ucapnya

Geopark Kaldera Toba ini punya 16 Geosite (tempat-tempat wisata), Geosite Sipisipiso, Geosite Silalahi, Geosite Haranggaol, Geosite Dinding Kaldera Sibaganding, Geosite Taman Eden dan Kebun Raya, Geosite Balige Liang Spegemet, Geosite Air Terjun Situmurun, Geosite Hutaginjang, Geosite Sibandang, Geosite Baktiraja, Geosite Bakara, Geosite Tele, Geosite Pusuk Buhit, Geosite Hutatinggi, Geosite Simanindo-Batu Hoda, terakhir Geosite Ambarita.

“Kita punya 16 Geosite yang dapat dikunjungi oleh turis mancanegara maupun lokas yang sedang berlibur dan ingin mengetahui bagaimana dan apa kebudayaan tiap-tiap Geositr di Danau Toba tersrbut,” ucapnya.

Untuk itu ia akan menyelaraskan program ini, agar tim penilai dari Unesco dapat cepat membuat Danau Toba sebagai bagaian darinya. Hidayati mengatakan, belum tau apa yang akan dinilai oleh mereka, untuk sementara kita punya tiga geosite yang sudah dikunjungi oleh masyarakat.

“Belum tahu Geosite mana yang akan dinilai oleh mereka, kalau memang mereka merasa puas dengan 3 -4 Geosite, mungkin cepat juga kita masuk. Ada tiga yang sudah dikunjungi masyarakat, Parapat, Sipinsur dan Tomok,” ucapnya.

Sementara itu, pelibatan peran masyarakat juga dapat mendukung, sambungnya, dengan membuat edukasi pembejalaran kepada masyarakat yang ada ditiap-tiap Geosite.

“Masyarakat akan kita libatkan dalam mensukseskan Geopark Kaldera Toba yang akan dinilai oleh Unesco,”ujarnya.

Masyarakat di sana akan dilibatkan dengan edukasi tetapi tidak hanya itu saja, mereka juga akan berperan seperti, mendukung dari aspek ekonominya.

“Mereka ini juga akan berjualan, Ulos, Kain-kain khas Batak bahkan makanan khasnya juga. Jadi dengan tercipta Geopark Kaldera Toba ini juga akan membantu dari segi ekonomi masyarakat di sana,” ucapnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, ke depannya akan membuat aplikasi dan website yang bisa diakses melalui telepon genggem.

Cultural places untuk aplikasinya dan Tobacalderageopark.com untuk website-nya nanti,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *