Headline NewsTransportation

KAI Kini Miliki Kereta Inspeksi Generasi ke-2

Untuk tingkatkan keselamatan di jalur KA, PT Kereta Api Indonesia (Persero) senantiasa melakukan pemeriksaan jalur KA menggunakan Kereta Api Inspeksi. Dengan panjang jalur rel sepanjang 5.367 Km dan 560 stasiun yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera, maka diperlukan kendaraan khusus bagi jajaran manajemen agar bisa mencapai keseluruhan lintasan rel dan stasiun tersebut.

Beberapa waktu lalu, KAI meresmikan Kereta Inspeksi generasi ke-2 di Stasiun Semarang Tawang. Kereta Inspeksi ini merupakan kereta inspeksi keempat yang dimiliki KAI setelah sebelumnya KAI memiliki KAIS Wijayakusuma, Rail One, dan Sriwijaya. Perbedaannya kali ini adalah Kereta Inspeksi ini memiliki 2 kereta dalam 1 rangkaiannya, berbeda dengan ketiga KAIS generasi 1 yang hanya 1 kereta.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, menyebutkan bahwa Kereta Inspeksi generasi ke-2 ini memiliki biaya produksi senilai Rp4,5 M dan dikerjakan oleh KAI sendiri di Balai Yasa Yogyakarta. “Kita patut bangga, atas hasil karya anak bangsa yang telah berhasil membuat Kereta Inspeksi baru ini. Semua yang ada di Kereta Inspeksi baru merupakan produk buatan dalam negeri,” jelasnya.

Kereta Inspeksi yang memiliki balutan warna eksterior berwarna hijau ini terdiri dari 2 KRD dengan nomer seri K1 3 80 01 dan K1 3 82 02 yang dirangkaikan menjadi satu. Kereta Inspeksi ini merupakan eks-KRD yang pernah beroperasi sebagai KA Sriwedari (relasi Solo – Yogya PP) dan KA Kedung Sepur (Semarang Poncol – Ngrombo PP) yang telah dilakukan modifikasi oleh BY Yogyakarta dengan waktu pengerjaan selama 2 bulan. Beberapa fasilitas yang tersedia dalam Kereta Inspeksi yakni Kabin masinis, tempat duduk khusus inspeksi langsung jalur rel, Mushola, Ruang Panel Listrik, Ruang Genset, dan Toilet.

Edi menyampaikan bahwa tujuannya kereta inspeksi ini adalah untuk peningkatan keselamatan perjalanan bagi para pengguna kereta api. “Utamanya adalah penumpang KAI. Fungsi kereta Inspeksi memang sangat penting, misalnya saat masa angkutan Lebaran, Natal, ataupun tahun baru, untuk memantau, saat terjadi peningkatan arus penumpang, jalur rel, dan sebagainya,” kata dia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button