Kampung Haji Indonesia di Mekkah Belum Bisa Digunakan, Ini Alasannya

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat dan PPIH Embarkasi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 5 Januari 2026 (Foto: Kementerian Haji dan Umrah)
El John News, Jakarta-Jemaah haji Indonesia dipastikan belum dapat menggunakan fasilitas Kampung Haji yang berlokasi di Mekkah dalam waktu dekat. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dalam acara media briefing outlook penyelenggaraan haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu menjelaskan, pada tahun ini Kampung Haji belum dapat dimanfaatkan karena masih memasuki tahap awal pembangunan. Proyek tersebut berada di bawah kewenangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
“Untuk tahun ini Kampung Haji Indonesia belum bisa digunakan. Pembangunan tidak mungkin selesai hanya dalam satu tahun”
Ia memperkirakan sebagian bangunan Kampung Haji baru dapat difungsikan paling cepat pada 2028. Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah hanya bertindak sebagai pengguna fasilitas. Seluruh proses pembangunan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Danantara. “Kami menunggu kesiapan dari Danantara. Kalau sudah siap dan diserahkan, barulah kami masuk dan memanfaatkannya,” katanya.
Sebelumnya, CEO BPI Danantara Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Haji di Mekkah direncanakan dimulai pada kuartal IV 2026. Hal ini menyusul keberhasilan Indonesia memenangkan lahan yang akan digunakan untuk proyek tersebut.
Rosan menyebutkan, proyek Kampung Haji merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan jemaah Indonesia di Tanah Suci. Lokasi yang dipilih dinilai strategis dan memiliki nilai tambah tinggi.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Arab Saudi memberikan keistimewaan kepada Indonesia untuk memilih lokasi lahan Kampung Haji. Presiden Prabowo Subianto kemudian menetapkan lot 3 sebagai lokasi pembangunan, yang berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram.
Di kawasan tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan berbagai fasilitas pendukung, seperti hotel, pusat perbelanjaan, rumah sakit, klinik, hingga area kuliner, guna menunjang kenyamanan jemaah haji dan umrah Indonesia.
