Kampung Jajanan Gula Merah, Destinasi Kuliner Baru di Banyuwangi

0
Kampung Jajanan Gula Merah, Destinasi Kuliner Baru di Banyuwangi

Beragam festival yang digelar Pemkab Banyuwangi rupanya berhasil mendorong warga Banyuwangi mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Salah satunya, kampung kuliner yang berada di Dusun Krajan, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. Tempatnya cukup menarik, berada di areal kebun sengon dan kelapa yang berada di tengah-tengah perkampungan warga desa.

Kampung tersebut bernama Jajanan Gula Merah. Tempat itu diresmikan langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (15/10).

“Semua ide ini datangnya langsung dari warga desa setempat, termasuk pengerjaannya. Saya sangat mengapresiasi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah sadar potensi yang dimilikinya. Mereka lalu merancang ide, mengemasnya, dan ternyata hasilnya menarik,” kata Anas.

Berbagai jajanan tradisional dapat ditemukan disini, terutama yang berbahan dasar gula kelapa. Mulai dari getuk, kue latuk, es dawet, klepon, utri, kue lapis gula merah, kue cucur, es degan gula merah, singkong bulat, rujak buah, hingga rengginang manis gula merah. Maklum saja, Desa Rejoagung adalah salah satu sentra gula merah di Banyuwangi.

Selain itu, adapula menu khas desa setempat, yaitu rujak kecut yang disajikan dalam batok kelapa muda. Tak ketinggalan juga, gula merah organik sebagai produk unggulan desa setempat.

“Ini adalah contoh kolaborasi yang baik yang dilakukan desa dan warganya. Dengan memanfaatkan lahan tidak produktif milik salah satu warga, kampung kuliner ini bisa menjembatani warga yang lain untuk membuka usaha. Saya kira ini bagus karena bisa menumbuhkan ekonomi warga, menambah peredaran uang di desa. Saya harap desa-desa lain bisa mencontoh konsep ini,” ujar Anas.

Sementara itu, Camat Srono Gatot Suyono mengatakan bahwa Kampung Jajanan Gula Merah ini digagas bareng warga desa. Selama ini, ibu-ibu penjual kuenya kalau menjajakan di depan halaman rumah mereka.

“Akhirnya, tercetus ide bikin sentra kuliner di desa ini. Mereka semua antusias, karena terwadahi. Lalu kami gotong royong bikin tempat yang menarik ini,” kata Gatot.

Kepala Desa Rejoagung Usnatun Sulasiatin menambahkan, dipilihnya jajanan berbahan dasar gula merah, karena hampir separuh warganya berprofesi sebagai produsen gula merah. Gula merah produksi desa ini bahkan sudah masuk pasar Bali hingga Surabaya.

“Potensinya besar, makanya kami pilih tema jajanan gula merah. Bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi gula merah. Kami jamin, gula yang digunakan di sini adalah gula merag organik, tanpa sulfit,” jelas Usnatun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *