Kandasnya Kapal Aqua Blu, Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Raja Ampat

0
l-20191220072351kapal-aqua-blu

Kandasnya kapal pesiar Aqua Blu di kawasan konservasi perairan nasional (KKPN) Pulau Wayag, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, tidak menggangu kunjungan wisatawan. Demikian disampaikan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Ranny Iriani Tumundo di Sorong, Minggu (22/12/2019).

Ranny menegaskan tidak ada penurunan jumlah wisatawan yang datang di moment  Natal dan Tahun Baru, meskipun telah terjadi kandasnya sebuah kapal pesiar.

“Aktivitas wisata di Raja Ampat tetap berjalan seperti biasa dan banyak kunjungan wisatawan pada masa libur Natal dan tahun baru,” kata Ranny.

Ranny menjelaskan, jika Raja Ampat hanya pulau Wayag, mungkin dapat mempengaruhi kunjungan wisatawan. Namun, Raja Ampat bukan pulau Wayag saja, ada beberapa pulau yang keindahan bawah lautnya serupa dengan pulau Wayag, sebut saja ada Pulau Waigeo, Salawati, Batanta, Misool, bahkan sampai di Pulau Kofiau.

Kendati tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan, namun disayangkan, akibat kandasnya kapal pesiar Aqua Blu, terumbu karang di Pulau Wayag  menjadi rusak. Pasalnya, kapal tersebut kandas tepat berada diatas terumbu karang.

Seperti diketahui terumbu karang di Pulau Wag merupakan terumbu karang yang paling dicari para penyelam. Terumbu karang ini, selalu dijaga kelestariaannya oleh masyarakat setempat.

Ia menyampaikan bahwa sesuai aturan kapal pesiar yang masuk melakukan perjalanan wisata di Raja Ampat wajib memberitahukan pemerintah daerah setempat dan memenuhi persyaratan administrasi sebelum mengunjungi destinasi wisata.

Tidak hanya itu, kapal pesiar yang masuk ke Raja Ampat wajib membayar retribusi tanda masuk kawasan wisata (TMKW) kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Apabila kapal pesiar melakukan hal tersebut maka dinyatakan resmi melakukan perjalanan wisata di Raja Ampat. Selain itu, kapal pesiar juga harus mematuhi alur pelayaran dan melibatkan masyarakat lokal yang menjadi pemandu wisata agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti menabrak terumbu karang,” kata dia.*ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *