Kapolda Metro Pastikan Situasi Pasca Ledakan di SMAN 72 Jakarta Aman dan Terkendali

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa kondisi pasca ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara kini sepenuhnya aman dan terkendali. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers terbaru yang digelar di Mapolda Metro Jaya untuk memaparkan perkembangan penyelidikan kasus yang sempat mengguncang dunia pendidikan tersebut.
Dalam keterangannya, Kapolda menyampaikan bahwa sejak kejadian, aparat kepolisian bersama sejumlah unsur terkait bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan di sekitar area sekolah. “Situasi saat ini sudah aman dan terkendali. Seluruh langkah penanganan dilakukan secara menyeluruh dan profesional,” ujar Irjen Pol Asep Edi.
Kapolda mengungkapkan, sejak ledakan terjadi, tim gabungan dari berbagai satuan kepolisian langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan di lapangan. Tim tersebut terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, Pusdokkes Polri, dan Satuan Brimob Polda Metro Jaya.
“Petugas menemukan dan berhasil menjinakkan tiga bom rakitan aktif yang tersebar di dua titik lokasi sekolah. Semua bahan peledak sudah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses pengumpulan barang bukti dan analisis forensik dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan tidak ada lagi benda mencurigakan yang dapat membahayakan keselamatan warga sekolah maupun masyarakat sekitar.
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolda Metro Jaya juga menegaskan bahwa pelaku ledakan telah ditetapkan sebagai Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Penanganan terhadap pelaku dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan hak-hak anak sebagaimana diatur dalam sistem peradilan anak.
“Penggeledahan sudah dilakukan di rumah pelaku, dan penyidik juga telah memeriksa 18 saksi yang terdiri dari guru, siswa, korban, serta pihak keluarga. Kami masih menunggu hasil analisis forensik bahan peledak serta hasil pemeriksaan digital dari perangkat milik pelaku,” tutur Asep.
Menurutnya, pemeriksaan digital sangat penting untuk menelusuri jejak aktivitas pelaku di dunia maya dan memastikan apakah terdapat pihak lain yang turut memengaruhi tindakan tersebut.
Sebagai bagian dari penanganan pasca-insiden, Polda Metro Jaya juga mendirikan Posko Pelayanan Korban di RS Islam Cempaka Putih. Berdasarkan data terbaru, total korban yang tercatat mencapai 96 orang. Dari jumlah tersebut, 67 mengalami luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 lainnya mengalami luka berat.
“Sebanyak 68 korban sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan, sementara 28 orang lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit seperti RS Yarsi, RS Pertamina, dan RS Polri,” papar Kapolda.
Ia menambahkan bahwa kepolisian juga memastikan setiap korban mendapatkan penanganan medis dan pendampingan psikologis yang memadai, terutama bagi siswa dan guru yang mengalami trauma pasca-kejadian.
Sebagai upaya pemulihan, Kapolda menyebutkan bahwa pendampingan psikologis terus dilakukan bagi para korban dan keluarga besar SMAN 72 Jakarta. Dalam hal ini, kepolisian bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) serta tim dari Pusdokkes Polri untuk memberikan konseling dan pemulihan psikologis secara berkelanjutan.
“Kami menyampaikan duka dan empati yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga. Pendampingan psikologis menjadi prioritas kami agar para siswa dan guru dapat pulih secara mental dan emosional,” ujar Irjen Pol Asep.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita atau informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa seluruh informasi resmi hanya akan disampaikan oleh pihak berwenang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mari bersama menjaga ketenangan dan tidak menambah kepanikan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Irjen Pol Asep menekankan bahwa situasi di sekitar SMAN 72 kini sepenuhnya aman dan terkendali. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat peran pengawasan terhadap anak-anak agar tumbuh dalam lingkungan yang positif dan bebas dari pengaruh negatif.
“Situasi sudah aman. Mari kita jaga lingkungan kita bersama, memastikan anak-anak tumbuh dalam suasana yang sehat, aman, dan berkarakter. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai orang tua dan warga,” pungkas Kapolda.
