Kapolri dan Mentan Tinjau Gudang Bulog Bone, Dorong Percepatan Swasembada Pangan

0
KAPOLRI-TINJAU-GUDANG-768x512

Upaya Indonesia menuju kemandirian dan swasembada pangan mendapat dukungan lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan lewat kolaborasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Pertanian yang diperkuat dalam kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Gudang Bulog Cabang Bone di Tanete Riattang, Sulawesi Selatan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian program untuk mengakselerasi implementasi Asta Cita, visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berdaulat. Dalam keterangannya, Jenderal Sigit menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai aparat keamanan, tetapi juga aktor penting dalam memastikan stabilitas dan keberhasilan program-program nasional, khususnya di bidang pangan.

“Polri tentunya sangat mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu poin utama dalam Asta Cita. Kami akan terus berkontribusi aktif, tidak hanya dalam pengamanan, tapi juga dalam pendampingan di lapangan,” tegas Kapolri.

Salah satu sorotan utama dari kunjungan tersebut adalah komitmen Kapolri untuk memperkuat pendampingan langsung kepada kelompok tani di seluruh Indonesia. Personel Polri di lapangan akan diarahkan untuk mendukung kegiatan pertanian secara aktif, termasuk dalam hal distribusi, penyimpanan, dan pengawasan jalur logistik hasil panen.

“Kami mendorong agar anggota Polri juga terlibat dalam mendampingi petani, membantu mereka dalam menghadapi tantangan teknis di lapangan. Ini bentuk nyata keterlibatan kami dalam mendukung swasembada pangan,” ujar Sigit.

Kapolri juga menyoroti pentingnya penguatan teknologi dalam sektor pertanian sebagai langkah krusial untuk mempercepat kemandirian pangan. Menurutnya, Indonesia tidak hanya butuh lahan dan tenaga kerja, tetapi juga perlu memanfaatkan inovasi teknologi pertanian agar hasil panen meningkat secara signifikan dan efisien.

“Kita dorong penggunaan teknologi pertanian modern. Dengan begitu, produksi bisa meningkat, kualitas terjaga, dan kita mampu bersaing, bahkan menyerap hasil pertanian lebih maksimal,” ujarnya.

Kunjungan ini juga menyoroti dukungan Presiden Prabowo terhadap hasil pertanian. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa anggaran Rp5 triliun telah disiapkan untuk menyerap hasil panen, terutama jagung, yang kini memasuki masa panen kuartal kedua di bulan Mei dan Juni.

Kapolri menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan kesiapan Polri dalam mendukung ketersediaan gudang penyimpanan. Ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta, untuk ikut serta menyiapkan infrastruktur penyimpanan agar hasil panen tidak terbuang sia-sia.

“Kita ingin petani tidak hanya rajin menanam, tetapi juga merasa aman bahwa hasil kerja keras mereka akan terserap dengan baik,” ucapnya.

Dalam kunjungan itu, Kapolri juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan para kelompok tani dan stakeholder pertanian di Bone. Salah satu aspirasi yang muncul adalah kebutuhan akan alat pengering jagung, guna meningkatkan kualitas hasil panen yang disimpan.

“Permintaan seperti ini penting kita dengarkan. Kami akan dorong agar alat pengering segera tersedia, sehingga kualitas jagung saat disimpan bisa lebih baik,” janjinya.

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan ke berbagai wilayah di Indonesia yang merupakan sentra pertanian, perkebunan, dan industri. Ia melihat tren positif dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah-daerah berbasis pertanian.

“Saya melihat sendiri bahwa daerah dengan basis pertanian memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik. Ini menjadi kabar baik, dan kita harus dorong petani terus semangat menanam,” kata Sigit.

“Mari kita bersama-sama wujudkan kemandirian pangan dan swasembada seperti yang menjadi harapan Bapak Presiden. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutup Kapolri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *