Kawasan Pusat Kota Perlu Didorong Jadi Kampung Wisata
Kampung-kampung di dekat pusat kota (kawasan Titik Nol Kilometer atau Malioboro) perlu didorong menjadi kampung wisata. Nantinya, dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, diharapkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga kampung meningkat.
”Meskipun lingkungan ini terlihat sederhana, tetapi dari sini kita bisa meningkatkan ekonomi kita. Kita bisa sulap atau ubah kawasan ini menjadi kawasan yang menarik untuk dikunjungi wisatawan,” ungkap Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI GKR Hemas.
Menurut GKR Hemas, dirinya siap membantu warga di kampung wisata dengan mendatangkan para perajin yang akan melatih warga membuat berbagai produk kerajinan. Selain itu membantu pembentukan koperasi atau sejenisnya. ”Saya berharap kampung (Ratmakan) ini kelak menjadi kampung wisata yang selalu ramai oleh wisatawan,” harapnya.
Tak hanya itu, kualitas kesehatan warga kampung wisata juga akan meningkat, manakala seluruh warga benar-benar menjaga kebersihan. Menurut Hemas, rumah-rumah yang kebetulan bersebelahan dengan Kali Code, seyogianya menghadap kali, jangan membelakangi.
Kemudian, jangan membuang sampah sembarang dan harus sering melakukan kerja bakti, gotong royong memperbaiki segala fasilitas umum yang ada di kampung. Dikatakan Hemas, proses pembangunan di DIY termasuk Kota Yogyakarta haruslah berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakatnya.
