KBRI Caracas Siapkan Rencana Darurat Evakuasi WNI dari Venezuela

Kantor Kedutaan Besar RI di Caracas, Venezuela (Foto: Wikipedia)
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela berada dalam kondisi aman setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada awal Januari 2026.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas terus memantau situasi dan berkomunikasi intensif dengan para WNI, serta menyiapkan rencana darurat untuk evakuasi bila diperlukan.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyebutkan bahwa terdapat 37 WNI di Venezuela saat ini. “KBRI Caracas terus memonitor kondisi dan berkomunikasi dengan para WNI di sana. Kami juga telah menyiapkan contingency plan untuk evakuasi jika situasi memburuk,” ujar Vahd, Selasa (6/1/2026).
Menanggapi situasi ini, Indonesia meminta semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog, dan menghormati hukum internasional. “Kami menekankan pentingnya jalur diplomasi dan mengedepankan penyelesaian damai dalam konflik ini,” jelas Vahd.
Penangkapan Maduro terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dini hari, menyusul serangan besar-besaran pasukan AS ke sejumlah lokasi strategis di Venezuela. Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kemudian dibawa ke Amerika Serikat. Washington menuding Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah serta mendukung kartel narkoba, yang disebut bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS akibat narkoba ilegal.
Sejak September 2025, pasukan AS dilaporkan telah melakukan sekitar 30 serangan terhadap kapal-kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba dari Venezuela di Karibia dan Pasifik, menewaskan lebih dari 100 orang. Para pakar hukum internasional menilai operasi ini berpotensi melanggar hukum AS dan norma internasional. KBRI Caracas tetap berada di garis depan pemantauan kondisi, memastikan keamanan WNI, dan bersiap menghadapi skenario darurat. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam melindungi warganya di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat
