Kebutuhan Daging Sapi Untuk Lebaran di Jabotabek Mencapai 40 Ribu Ton

0
20160126092157826

Daging sapi menjadi salah satu komoditas yang paling diburu masyarakat yang merayakan Lebaran. Untuk lebaran tahun ini, diperkirakan kebutuhan daging sapi meningkat tajam. Untuk wilayah Jabodetabek saja diperkirakan kebutuhan daging sapi  mencapai 40 ribu ton.

“Untuk kebutuhan di Jabodetabek dan Banten diperkirakan sekitar 40 ribu ton. Angka ini meningkat dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 15 ribu ton per kilogram,” katan Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi disela Operasi Pasar Daging Sapi di kantor PT Indoguna Utama, Jakarta Timur, Selasa, 12 Juni 2018.

Juard mengakui meningkatnya  permintaan daging sapi berimbas pada tingginya harga daging sapi yang dijual. Di H-3 Lebaran, harga daging sapi perkilonya dijual dengan kisaran harga Rp 130 ribu.

“Saat ini, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional dan swalayan di Jakarta tembus Rp130 ribu per kilo gram.” Ujar Juard.

Juard menyebut, operasi pasar merupakan solusi untuk warga yang tidak mampu membeli daging sapi yang harganya tembus di angka Rp 130 ribu perkilonya. Hasilnya efektif,   banyak warga yang membeli daging sapi yang dijual di operasi pasar. Sejak memulai operasi pasar pada hari ketiga ramadan, pihaknya menggelontorkan satu hingga dua ton per hari.

“Kalau untuk operasi pasar, berapapun kami turunkan ke lapangan selalu habis. Per hari saja kita habis satu sampai dua ton. Di daerah Banten bahkan permintaan sampai 10 ton per hari. Karena di sana dari Kapoldanya juga aktif gelar operasi pasar dan kita yang suport dagingnya. Itu juga masih banyak yang minta. Hari ini dari Tangerang saja minta tambahan lima ton,” imbuhnya.

Khusus di Jakarta, Ia mengaku pihaknya juga bekerja sama dengan PD Pasar Jaya dalam rangka menyediakan daging sapi di pasar-pasar tradisional.

“Momentum lebaran ini yang butuh daging sapi kebanyakan menengah ke bawah, kan kasihan kalau harganya mahal. Kami sebagai pengusaha menggelar operasi pasar seperti ini anggaplah seperti CSR. Kalau dari angka bisnis tentu kami rugi jual segitu,” ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *