KEIN Rekomendasikan 4 Sektor Prioritas Untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ketua Dewan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Sutrisno Bachir (ketiga kiri) bersama Anggota Dewan KEIN Sudhamek (ketiga kanan) serta anggota lainnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Konsultasi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/4). Rapat konsultasi tersebut membahas isu ekonomi dan kebijakan sektor industri dalam upaya memajukan perekonomian nasional. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/aww/16.
Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) membuat roadmap industrialisasi yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga sampai tahun 2045. Roadmap itu perlu didukung dengan mengembangkan 4 sektor industri yakni sektor agro, maritim, pariwisata dan ekonomi kreatif. KEIN yakin jika Pemerintah 4 sektor dijalani dengan sungguh-sungguh oleh Pemerintah akan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
“Roadmap industrialisasi kita menemukan bahwa ada 4 sektor harus diprioritaskan atau prioritas pilihan industri dalam menumbuhkan ekonomi nasional,” ujar Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir dalam FGD Pandangan dan Solusi Komite Ekonomi dan Industri Nasional terhadap Perkembangan Perekonomian Nasional Terkini di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Juni 2017.
Manfaat dari pengembangan 4 sektor ini, kata Soetrisno benar-benar luas manfaatnya yakni bukan hanya menyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik, namun juga dapat menyerap tenaga kerja lokal. Jika ini tercapai makan ketimpangan ekonomi tidak akan terjadi di negeri ini.
“Pilihan industri mengajak mereka dan untuk jangan meninggalkan mereka,” kata Soetrisno.
KEIN melihat keempat sektor industri memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia. Sehingga perlu didorong lebih kuat lagi untuk bisa berkembang lebih besar lagi.
“Empat sektor ada di Indonesia, sumber daya alamnya agro ada, maritim ada, pariwisata ada, ekonomi kreatif juga banyak. Orang Indonesia juga punya talenta kreatif ini bisa menjadi sektor yang mengangkat ekonomi kita,” ucap Soetrisno.
Daya saing industri agro dalam negeri juga salah satunya ditingkatkan untuk mengurangi volume impor buah dan sayur dari negara lain. Padahal sumber daya alam dan tanah di Indonesia begitu subur.
“Sekarang kan tidak kompetitif agro industri kita punya buah-buahan, punya lam tidak buat kita bisa berkompetisi dengan negara lain misalnya Thailand,” ujar Soetrisno
4 sektor industri yang menjadi prioritas ini sudah disampaikan kepada Presiden Jokowi, saat Soetrisno menemui Jokowi di Kantor Kepresidenan Jakarta, Rabu 14 Juni 2017.
Sejumlah ekonom pun menyambut baik rekomendasi dari KEIN. Meskidemikian ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam menjalankan 4 sektor prioritas ini.
Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih menyatakan, empat sektor yang direkomendasikan KEIN sangat berpotensi untuk dikembangkan oleh pemerintah. Namun, ia melihat, pemerintah harus berkoordinasi dan melakukan perencanaan dengan baik bersama pemerintah daerah.
Khusus industri pariwisata, pemerintah pusat hingga pemda harus membuat kemasan dan infrastruktur di daerah wisata lebih baik dan menarik. Untuk industri kreatif, pemerintah harus bisa menaikkan skala ekonomi agar industri kreatif tanah air bisa lebih kompetitif.
“Secara umum, harus ada perencanaan dengan pemerintah daerah yang lebih baik, agar kebijakan yang ada tidak hanya parsial dari pusat,” kata Lana
Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan, untuk ekonomi kreatif dan pertanian, pemerintah pusat harus mendorong penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) agar bisa lebih banyak dinikmati pelaku industri ini. Tak kalah penting, hilirasasi produk harus dibantu penyelesaiannya oleh pemerintah pusat.
Di sektor maritim, Indonesia masih punya harapan besar untuk mengembangkan sektor perikanan di tanah air. Bhima bilang, industri hasil perikanan Indonesia harus bisa didorong berkompetisi dengan negara tetangga.
Untuk sektor pariwisata, Bhima menyarankan, pemerintah bisa memberikan insentif lebih kepada pelaku industri yang mau mengembangkan infrastruktur pariwisata. “Butuh dorongan dari pemerintah dari berbagai segi untuk mengembangkan sektor-sektor itu,” ujarnya.
