22-18-47-5570781_20130825113155

Sejarah Danau Toba selalu menjadi pembahasan menarik untuk dikupas lebih dalam terkait asal-usul terbentuknya Pulau Samosir yang berada di tengahnya. Danau seluas 1.130 km2 merupakan danau terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang mengandung banyak unsur sejarah serta cerita rakyatnya. Tidak heran kalau nama Danau Toba sudah menggaung hingga mancanegara.

Dr. Ir. Hj. Hidayati, M.Si selaku Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara mengatakan sisi lain keindahan Danau Toba adalah sejarah dan cerita rakyatnya. “orang yang datang ke Danau Toba bukan hanya melihat pemandangan alam saja, tetapi orang banyak yang ingin mencari tahu asal usul Danau Toba dan Pulau Samosir yang ada di tengahnya,” kata Hidayah.

“Karena banyaknya cerita rakyat yang berkembang di sana banyak batu-batuan yang menjadi konservasi sehingga masyarakat sekitar juga menjaga batu-batuan menjadi sebuah cagar budaya. Geopark kaldera toba adalah warisan bumi yang memiliki nilai sangat luar biasa berbasis geoheritage yaitu supervolcano,” tambahnya.

Sejatinya hingga saat ini belum ada fakta sejarah Danau Toba selain letusan gunung maha dasyat yang terjadi 75.000 tahun yang lalu. Menurut penelitian letusan yang dikenal dengan letusan Gunung Supervulcano ini mempengaruhi kehidupan di bumi pada saat itu. Hampir setengah peradaban manusia saat itu musnah karena letusan dasyat Gunung Supervulcano yang memuntahkan 2.800 km2 material vulkanik dan menyemburkan debu vulkanik mencapai 10 km.

Beberapa peneliti sampai berekspedisi ke wilayah utara India untuk mencari kebenaran akan adanya letusan supervulkano yang berasal dari gunung Toba. Faktanya ditemukan 2100 titik kecocokan antara partikel debu vulkanik gunung Toba dengan partikel debu vulkanik di negara tersebut. Dengan berbagai bukti yang kuat, para ahli memperkirakan bahwa hilangnya kawasan atlantis merupakan dampak dari letusan supervolkano ini. Letusan yang dahsyat menyebabkan sebuah rongga yang besar pula pada sisi ujung gunung Toba. Rongga inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya danau Toba sedangkan pulau Samosir adalah puncak gunung yang telah mengeluarkan material vulkaniknya.

Didasari fenomena tersebut dan pemanfaatan oleh masyarakat disekitar kawasan geopark kaldera toba untk mengembangkan kehidupan dalam aspek ekonomi dan budaya maka pemerintah Indonesia meletakkan danau toba sebagai kawasan nasional geopark kaldera toba.

Dulu Pulau Samosir masih menyatu dengan daratan Sumatera, hanya sebagian kecil saja jadi apabila ada orang yang ingin berlayar maka harus berputar mengelilinginya. Pada masa pemerintahan Belanda, mereka memerintahkan penduduk sekitar untuk membuat kanal di daratan tersebut yang menghubungkan sisi danau yang satu dengan sisi yang lainnya. Ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung untuk mengelilingi Danau Toba.

Pulau Samosir adalah pulau cantik dan eksotis yang ada di tengah Danau Toba. Di atas ketinggian 1.000 mdpl, pulau ini menjadi favorit para turis. Selain keindahan yang ditawarkan, Samosir dan Toba membuat suasana menjadi lebih romantis.

Apalah daya Samosir tanpa ada ikatan perairan di sekitarnya. Begitu juga dengan Toba tanpa Samosir, Toba akan menjadi danau yang biasa-biasa saja. Menariknya lagi, di Pulau Samosir juga terdapat dua buah danau di dalamnya, yakni Danau Sidihoni dan Aek Natonang. Di beberapa kampung di Pulau Samosir kita bisa menyaksikan bagaimana proses pembuatan kain Ulos yang membutuhkan kesabaran ekstra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *