Kekuatan Maksimal Dikerahkan Untuk Misi Pencarian KRI Nanggala-402

0
057857700_1619063574-000_98F9MX

Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada  Rabu kemarin (21/4/2021), hari ini, Kamis (22/4/2021) dilanjutkan. Pencarian mengerahkan kekuatan maksimal untuk menemukan 53 kru yang berada dalam kapal selam tersebut.

Operasi pencarian melibatkan lebih dari 400 personil serta mengerahkan 5 KRI dan 1 unit helikopter. Bantuan juga dikerahkan oleh Badan SAR Nasional dan Balai Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan yang membawa peralatan pencarian menggunakan KN SAR Wisnu.

”Semua sumber daya peralatan akan kami kerahkan. Kami berharap mudah-mudahan bantuan bisa mempercepat untuk menemukan lokasi posisi KRI Nanggala-402,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad saat jumpa pers di Denpasar, Bali, Kamis (22/4/2021)

Riad menjelaskan, tim pencari yang terdiri atas lima KRI dan satu unit Helipanter HS 4211 terus melakukan pencarian di perairan utara Bali yang diduga menjadi lokasi hilangnya KRI Nanggala. Dari pantauan Helipanter HS 4211, ditemukan tumpahan minyak dan bau solar di posisi 7 derajat 49 menit 74 detik lintang selatan, 114 derajat 50 menit 70 detik bujur timur.

KRI Raden Eddy Martadinata-331 juga melaporkan tumpahan minyak di posisi 7 derajat 51 menit 92 detik lintang selatan, kemudian 114 derajat 5 menit 77 detik bujur timur. Kedua temuan tumpahan minyak itu berada dalam radius sekitar 150 meter. Selain tumpahan minyak, KRI RE Martadinata-331 melaporkan telah mendeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot.

Namun, belum bisa dipastikan bahwa pergerakan tersebut dari KRI Nanggala. ”(Tumpahan minyak dan pergerakan) Itu belum bisa digunakan sebagai dasar untuk menentukan lokasi KRI Nanggala,” kata Achmad.

Untuk memudahkan koordinasi, TNI AL  membuat dua posko crisis center pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 di Markas Komando Armada II Surabaya dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Jawa Timur. Kedua posko crisis center digunakan sebagai pusat informasi pencarian kapal selam yang hilang kemarin.

Di kedua lokasi itu, TNI menyiapkan peralatan pendukung seperti alat komunikasi, chamber, dan ambulans untuk membantu evakuasi 53 awak kapal yang berada di KRI Nanggala-402.

”Mako Armada II sudah menyiapkan berbagai peralatan komunikasi agar bisa berkomunikasi langsung mendapatkan keterangan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *