Menurut ketua panitia Kabeye Irsyadunnas, kegiatan tersebut merupakan silaturahmi warga Minang yang ada di Yogyakarta. Selain itu kegiatan ini juga banyak didukung oleh warga dari para pedagang Minang yang berada di Yogyakarta.

“Ini memang orang-orang minang yang sedang merantau di Yogyakarta mulai dari para pedagang di Malioboro itu 50 persen orang minang,” kata Irsyadunnas kepada KRjogja.com ketika ditemui disela acara Kabeye Buko Basamo, Jum’at (10/05/2019) malam.

Warga Minang yang ikut hadir dalam acara tersebut sekitar 200 hingga 300 orang. “Karena ini sifatnya hanya buka bersama, kegiatan yang biasa, jadi hanya kegiatan yang biasa, bukaan, sambutan, dan yang paling penting adalah kegiatan ceramah dari ustaz nya. Pada intinya kami ingin kekerabatan warga Minang di Yogya ini selalu erat diluar kesibukan masing-masing,” katanya.

Setelah berbuka, selanjutnya mereka akan melakukan tarawih bersama dan diteruskan berbincang-bincaang antar warga Minang. “Dalam kegkatan ini kita bisa saling berbagi informasi baik yang terkait dengan pekerjaan atau yang lain yang bisa saling menguatkan satu sama lain,” lanjutnya.

Momen Ramadan dijadikan ajang berkumpul bersama sembari menjemput pahala dengan saling bersilaturahmi. Selain buko basamo (buka bersama) keluarga Minang di Yogya pada bulan depan juga pihaknya akan menggelar acara Syawalan.

“Selain acara puasa kami juga ada kegiatan rutin seperti biasanya ada perkumpulan atau paguyuban, ada arisan lah. Arisan sebenarnya untuk mengikat tali persaudaraan saja,” tambahnya.

Harapannya dengan adanya acara seperti ini, silaturahmi antar warga Minang semakin erat dan saling mengenal satu sama lain. “Karena kita merantau jadi kita harus saling menyatu,” pungkasnya.