Kembali ke Korea Selatan, Shin Tae-yong Terharu Disambut Hangat Suporter Indonesia

0
JKT_KEPULANGAN-SHIN-TAE-YONG-KE-KOREA_HANUNG-HAMBARA_26012025-8-1-3715312067

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan kembali ke kampung halamannya di Korea Selatan pada Minggu malam, 26 Januari 2025. Shin berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggunakan penerbangan Korean Airlines pada pukul 21.50 WIB, ditemani oleh enam asistennya.

Kehadiran Shin Tae-yong di bandara itu disambut dengan penuh kehangatan oleh para suporter Indonesia, khususnya dari kelompok pendukung legendaris, La Grande Indonesia. Para pendukung Timnas Indonesia yang sudah berkumpul sejak satu jam sebelum keberangkatan Shin, memperlihatkan rasa terima kasih mereka dengan membentangkan spanduk-spanduk yang penuh dengan pesan-pesan penghargaan. Mereka juga memberikan cinderamata berupa syal merah yang bertuliskan La Grande Indonesia sebagai tanda penghormatan kepada sang pelatih.

Di tengah momen perpisahan tersebut, Shin Tae-yong merasa terharu dengan sambutan hangat yang diberikan oleh para suporter. “Saya sangat terharu diantar pulang seperti ini. Saya sangat berterima kasih,” ungkap Shin melalui penerjemahnya, Jeje, saat diwawancarai oleh awak media. “Terima kasih banyak kepada semua yang telah mendukung saya selama ini,” tambahnya, suara penuh emosi.

Shin Tae-yong tak hanya berterima kasih kepada para pendukung, tetapi juga memberikan pesan kepada para pemain Timnas Indonesia. Ia menyatakan, bahwa meskipun dirinya harus meninggalkan tim, para pemain harus tetap berusaha menjaga semangat dan profesionalisme mereka di bawah pelatih yang baru. “Para pemain harus bisa membangun chemistry yang baik dengan pelatih baru. Saya mendoakan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026,” ungkap Shin dengan penuh keyakinan.

Shin Tae-yong dikenal sebagai sosok yang dekat dengan para pemainnya. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebutkan bahwa dirinya menganggap pemain-pemain Timnas Indonesia sebagai anak-anaknya sendiri. “Saya sangat menghargai dan menyayangi mereka. Saya berharap mereka bisa terus berkembang dan membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.

Setelah lebih dari empat tahun bersama Timnas Indonesia, Shin kini kembali ke Korea Selatan dengan niat untuk beristirahat. “Di kampung halaman, saya tidak punya agenda khusus. Akan ada beberapa acara keagamaan, tapi saya juga ingin beristirahat sejenak,” ujar Shin.

Meskipun begitu, ia tetap berharap bahwa akademi dan yayasan Shin Tae-yong yang didirikannya di Jakarta bisa terus berjalan dengan lancar. Tujuan utama pendirian akademi tersebut adalah untuk memajukan dunia sepak bola Indonesia, dan Shin berharap ini bisa terus berkembang meskipun ia sudah kembali ke Korea.

Shin Tae-yong diangkat sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 28 Desember 2019. Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil membawa banyak perubahan positif bagi tim Garuda. Di bawah asuhannya, Indonesia mencatatkan sejumlah prestasi penting, seperti menjadi runner-up Piala AFF 2020, meraih medali perunggu di SEA Games 2021, dan runner-up Piala AFF U-23 2023.

Shin juga sukses membawa Timnas Indonesia melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2023, mencapai peringkat keempat di Piala Asia U-23 2024, serta menorehkan sejarah dengan lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Tidak hanya itu, prestasi timnas di tingkat internasional juga ikut mengangkat peringkat FIFA Indonesia yang sebelumnya berada di urutan ke-173 menjadi 127.

Shin Tae-yong juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PSSI serta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, atas dukungan yang diberikan selama masa kepelatihannya. “Terima kasih banyak kepada PSSI dan Bapak Erick Thohir yang mendukung saya selama ini. Saya berharap sepak bola Indonesia semakin maju di masa depan,” tuturnya.

Dengan berakhirnya masa kepelatihan Shin Tae-yong, perjalanan Timnas Indonesia memasuki babak baru. Namun, apa yang telah ditorehkan oleh pelatih asal Korea Selatan itu akan terus dikenang sebagai tonggak penting dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *