BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Ekstrem Selama Liburan Isra Mikraj dan Imlek
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tentang potensi cuaca buruk yang akan melanda beberapa wilayah Indonesia selama periode liburan Isra Mikraj dan Imlek pada akhir Januari 2025. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem akan terjadi di sejumlah daerah, yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
BMKG menjelaskan bahwa potensi hujan tinggi dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer yang sedang aktif, seperti angin Monsun Asia yang membawa massa udara lembab dan fenomena La Niña yang masih dapat meningkatkan curah hujan meskipun dalam kekuatan yang lemah. Selain itu, gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang saat ini aktif di wilayah barat Indonesia diperkirakan akan memperburuk intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan.
Gelombang ekuator lainnya, termasuk Rossby dan Kelvin, juga diketahui berperan dalam mendorong pembentukan awan konvektif yang akan meningkatkan curah hujan di wilayah yang dipengaruhi oleh fenomena ini. BMKG menambahkan, tingginya pembentukan awan konvektif yang terdeteksi oleh nilai prediksi OLR (Outgoing Longwave Radiation) menunjukkan bahwa curah hujan yang terjadi bisa sangat intens, berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan bencana.
“Pola siklonik yang terdeteksi di beberapa wilayah perairan Indonesia juga meningkatkan potensi hujan lebat. Pola siklonik ini mendorong konvergensi angin yang memperkuat pembentukan awan hujan dan meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah pesisir dan sekitarnya,” ujar BMKG dalam keterangannya.
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem ini dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah yang rawan bencana. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi dampak negatif cuaca ekstrem ini. BMKG menyarankan untuk menghindari perjalanan di daerah-daerah yang berpotensi terkena banjir atau tanah longsor, serta mengikuti perkembangan cuaca terkini yang disampaikan oleh pihak berwenang.
Pihak BMKG juga memberikan saran kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi gangguan cuaca, baik untuk keamanan pribadi maupun kelancaran kegiatan sehari-hari. Para petani dan nelayan, yang seringkali terpengaruh langsung oleh perubahan cuaca, juga diminta untuk memperhatikan prediksi cuaca agar dapat menghindari kerugian yang lebih besar.