Kembali Lempar Rumor, Denny Indrayana Sebut KPK Akan Tetapkan Anies Sebagai Tersangka
Mantan Wakil Menteri Hukum dan Ham Denny Indrayana Kembali melempar rumor. Sebelumnya, Denny membuat rumor tentang Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan memutuskan Pemilihan Umum (Pemilu) menggunakan sistem proporsional terbuka, kali ini ia menyinggung soal KPK.
Rumor terbarunya yakni KPK akan menetapkan bakal calon Presiden (capres) Anies Baswedan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi. Rumor tersebut disampaikan Denny melalui akun twitter-nya.Namun Denny tidak menyebut kasus korupsi apa yang menyeret nama Anies.Denny hanya mengatakan kabar ini sudah tersebar luas dan penetapan menjadi tersangka ini, merupakan skenario Istana untuk menghadang Anies.
โKabar itu sudah menjadi informasi yang beredar di banyak kesempatan. Bukan hanya saya, banyak yang sudah menyatakannya. Feri Amsari, Zainal Arifin Mochtar, misalnya, dalam beberapa podcast sudah menyatakan, pentersangkaan adalah salah satu skenario pamungkas Istana untuk menjegal Anies Baswedan menjadi kontestan dalam Pilpres 2024,โ tulis Denny,
Denny yang merupakan pakar hukum mengungkapkan bahwa kasus korupsi yang melibatkan Anies sudah belaskali di ekspose dan seluruh pimpinan KPK sudah satu suara untuk menetapkan Anies sebagai tersangka
โSetelah KPK 19 kali ekspose, ini pemecah rekor, seorang anggota DPR menyampaikan, Anies segera ditersangkakan. Semua komisioner sudah sepakat. Makin terbaca, kenapa masa jabatan para pimpinan KPK diperpanjang MK satu tahun. Untuk menyelesaikan tugas memukul lawan-oposisi, dan merangkul kawan-koalisi, sesuai pesanan kuasa ๐ ๐ก๐๐ก๐ข๐ ๐๐ข๐,โ lanjut tulisan Denny.
Denny juga menuding Presiden Joko Widodo terlibat dalam upaya penjegalan Anies sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Menurutnya, Jokowi telah menyiapkan 10 langkah dalam memuluskan rencananya tersebut.
“Saya berharap, Presiden Jokowi menghentikan cawe-cawenya, termasuk mentersangkakan dan menjegal Anies. Kalau masih diterus-teruskan, menjadi pertanyaan apa maksud dan tujuannya?” ujar Denny.
!0 langkah untuk menjenggal Anie, antara lain
Di tahap awal, Presiden Jokowi dan lingkaran dalamnya mempertimbangkan opsi untuk menunda pemilu, sekaligus memperpanjang masa jabatan Presiden.
Kemudian masih di tahap awal, segaris dengan strategi penundaan pemilu, sempat muncul ide untuk mengubah konstitusi guna memungkinkan Presiden Jokowi menjabat lebih dari dua periode.
Langkah berikutnya, menguasai dan menggunakan KPK untuk merangkul kawan dan memukul lawan politik.
