Kembangkan Taman Rekreasi di Jabar, DPD PUTRI Jabar Akan Perbanyak Pembentukan DPC

Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu provinsi yang memiliki banyak taman rekreasi yang tidak luput dari hambatan maupun tantangan yang dihadapi setiap taman rekreasi. Agar hal tersebut bisa terakomodir dan terselesaikan secara rapi, DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Provinsi Jabar akan membentuk DPC di sejumlah Kabupaten/Kota.
Ketua DPD PUTRI Provinsi Jabar Heni Smith mengatakan dalam waktu dekat ini, pengurus akan bergerak untuk membentuk DPC. Kehadiran DPC dinilainya sangat penting, agar kinerja DPD dapat optimal dalam mengembangkan taman rekreasi yang ada di Jabar.
“Sangat penting sekali karena DPC menjadi kaki tangan kita di daerah-daerah, misalkan kalau kita punya program tinggal sampaikan ke DPC lalu DPC tinggal kepada tempat usaha wisata yang di daerah,” kata Heni saat diwawancara tim liputan EL JOHN News, di sela-sela acara Munas PUTRI ke-V di Jakarta, 10-11 November 2021.
Heni menjelaskan saat ini baru terbentuk dua DPC yakni di Sumedang dan Cirebon. Jumlah DPC yang telah terbentuk tersebut dinilai masih kurang untuk menyerap aspirasi yang ada di seluruh Jabar.
“Targetnya kita mungkin ada sekitar sepuluh untuk satu tahun kedepan, yang sudah terbentuk adalah Sumedang, Cirebon, lalu kita akan bentuk di Bogor, Garut dan sebagainya, karena di Jawa Barat itu banyak sekali tempat wisata. Sehingga kalau DPC nya di bentuk itu akan mempermudah kami dari DPD untuk berkoordinasi di lapangan ataupun program-program pelatihan dan sebagainya itu sampai kepada teman-teman wisata di daerah,” ujar Presiden Direktur The Lodge Group ini.
Menurut Heni terbentuknya DPC di Jabar juga membantu memperbanyak keanggotaan PUTRI. Saat ini organisasi para pengelola taman rekreasi ini masih membutuhkan anggota baru. “Apa sih benefitnya bergabung dengan PUTRI, apa sih keuntungannya, apa yang ingin membuat mereka bergabung dengan kita itu yang harus kita sosialisasikan,” ungkapnya.
Selain itu, Heni juga akan memperkuat kolaborasi dengan asosiasi Pariwisata lainnya seperti ASITA. Kolaborasi dibutuhkan untuk mempermudah pemasaran produk-produk taman rekreasi.
Heni menuturkan bahwa Pariwisata merupakan sektor yang pengelolaannya membutuhkan kolaborasi. Semua industri Pariwisata memiliki keterkaitan untuk bersama-sama memajukan sektor Pariwisata baik secara nasional maupun lokal.
“Kolaborasi paket wisata kita sudah ke ASITA dan sampai sekarang masih terjalin untuk membuat paket bersama. Jadi kita kolaborasi dengan agent-agent wisata, lalu dengan agen-agen bus dan sebagainya untuk menjual itu tidak hanya satu lokasi tetapi menjadi satu daerah di Jawa Barat sendiri misalkan di Bandung ada daerah kabupaten Bandung Barat, lalu ada Ciwidey. Nah itu satu Ciwidey kita membikin satu kolaborasi bersama misalkan satu hari lokasinya ke mana saja atau dalam satu hari bisa tiga lokasi,” tutur Heni.

Pada kesempatan ini, Heni juga meminta pemerintah melonggarkan kebijakan untuk masyarakat berwisata ke Jabar, khususnya soal syarat perjalanan. Heni menilai syarat yang terlalu ketat membuat masyarakat berpikir dua kali untuk datang berwisata.
“Kalau sekarang kan kendalanya banyak perubahan-perubahan dari Pemerintah misalnya harus di swab test dan sebagainya tetapi sekarang trennya yang sekarang datang ke tempat wisata itu adalah keluarga. Misalnya ada keluarga tetapi tidak boleh bawa anak di bawah usia 12 tahun, jadi bagaimana wisata tidak mungkin orangtuanya doang . Jadi kami mendorong pemerintah untuk membuka itu, contohnya boleh donk anak di bawah usia 12 tahun asalkan orangtuanya sudah divaksin,” imbuh Heni.
