Kemen PU dan PR Sudah Gelontorkan Rp 30,83 Triliun Untuk Bangun Infrastruktur

0
infrastruktur

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU dan PR) merilis anggaran pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia  dari awal tahun hingga 22 Juli 2017. Tercatat Kemen PU dan PR telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 30,83 triliun atau 29,45 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 yang sebesar Rp104,7 triliun.

Dari dana yang digelontorkan tersebut, sudah ada beberapa realisasi pembangunan fisik di lapangan yang presentasenya mencapai 33,19 persen. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan progres fisik dan penyerapan anggaran saat ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada 22 Juni 2016 penyerapan anggaran hanya Rp 25,6 triliun atau sebesar 26,06 persen dari anggaran yang diterima sebesar Rp98,19 triliun. Sedangkan secara fisik, tahun ini juga masih lebih baik, dibanding tahun lalu yang sebesar 27,57 persen.

“Meski begitu, penyerapan anggaran tahun 2017 masih sedikit lebih rendah dari target yakni 30,83 persen,” ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 24 Juni 2017.

Belanja infrasturktur hingga Juni 2017, meliputi merupakan belanja yang dilaksanakan empat Direktorat Jenderal (Dirjen) dengan alokasi dana terbesar, yaitu Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya (CK) dan Penyediaan Perumahan (PnP). Penyerapan keempat Ditjen tersebut semuanya telah di atas target yang direncanakan. Pembangunan itu memerlukan anggaran sebesar Rp 30,01 triliun atau sekitar 97 persen dari anggaran sebesar Rp 30,83 triliun yang digunakan hingga 22 Juni 2017.

Untuk  Pembangunan konektivitas berupa jalan dan jembatan oleh Dirjen Bina Marga, dengan pagu anggaran sebesar Rp43,77 triliun, telah digunakan sebesar Rp10,29 triliun atau 33,87 persen dengan progres fisik sebesar 33,87 persen.

Ditjen SDA dengan alokasi anggaran tahun ini sebesar Rp33,2 triliun, diantaranya untuk pembangunan bendungan dan irigasi. Penyerapan anggarannya Rp10,29 triliun atau 30,93 persen, dengan progres fisik 33,78 persen.

Sementara itu untuk pembangunan infrastruktur permukiman melalui Ditjen CK, anggaran yang telah digunakan mencapai Rp4 triliun atau 23,96 persen dari dana yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp16,71 triliun dengan progres fisik 28,57 persen.

Di bidang perumahan, belanja negara untuk menyediakan rumah-rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia dan upaya mencapai target program sejuta rumah, melalui Ditjen Penyediaan Perumahan telah mencapai progres fisik 36,95 persen dengan anggaran Rp2,69 triliun atau 32,59 persen dari total anggaran yang diterima tahun ini sebesar Rp8,28 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *