Headline NewsMarine TourismTechnologyTransportation

Kemenhub Luncurkan Dua Kapal Kelas I Kenavigasian

Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang dan Distrik Navigasi Kelas I Surabaya  mendapat masing-masing satu unit Kapal Kelas I Kenavigasian. Kapal-kapal tersebut  yakni  KN. NIPA untuk Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang dan KN. MASALEMBO untuk Distrik Navigasi Kelas I Surabaya.

Kedua Kapal ini resmi diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Galangan Kapal PT. Citra Shipyard, Batam, Rabu, 24 Mei 2017. Peluncuran ini ditandai denga pemotongan tali thross oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut A. Tonny Budiono, dan dilanjutkan dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Provinsi Lampung Dr. H. Nurdin Basirun, Direktur Kenavigasian Bambang Witanto, dan Direktur Utama PT. Citra Shipyard Ali U Lai, yang diikuti dengan peluncuran kedua Kapal Kelas I Kenavigasian ke kolam pelabuhan.

Dalam siaran pers yang diterima Redaksi EL JOHN News, kedua kapal ini dibangun pada tanggal 29 Desember 2015 sesuai kontrak pembangunan kapal  yang telah ditandatangani Kementerian Perhubungan  bersama PT. Citra Shipyard. Pembangunan dua kapal ini, merupakan salah satu tahapan penting dari serangkaian pembangunan kapal kenavigasian yang dibangun oleh Galangan Kapal PT. Citra Shipyard Batam.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan A. Tonny Budiono mengakui ada banyak aktivitas kemaritiman yang memerlukan navigasi yang canggih. Aktivitas yang membutuhkan peralatan kenavigasian diantaranya aktivitas pelayaran, pembangunan pelabuhan, kegiatan lepas pantai, konservasi ala dan  perikanan. Selain itu yang tidak kalah pentingnya peralatan navigasi dihadirkan untuk mengoptimalkan keselamatan pelayaran

“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan harus menyiapkan fasilitas penunjangnya, seperti rambu-rambu atau Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang cukup dan andal, alur pelayaran yang aman dan ekonomis, penyelenggaraan telekomunikasi pelayaran serta sistem lalu lintas pelayaran yang baik sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan jelas kepada kapal-kapal yang berlayar sehingga keselamatan pelayaran dapat terjamin,” jelas Tonny.

Peluncurkan dua kapal ini membuktikan bahwan Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan pelayaran.  Anggaran yang dikucurkan juga menjadi bukti Kementerian Perhubungan selalu menekankan angka kecelakan selalu di angka zero accident. Pada tahun 2017 Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan anggaran sebesar 6,27 Triliun Rupiah atau sebesar 13,64 % dari DIPA Kemenhub Tahun 2017 untuk peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi, termasuk di dalamnya anggaran kegiatan di bidang kenavigasian yaitu sebesar 1,48 Triliun Rupiah.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan pelayaran telah menjadi prioritas utama Pemerintah dalam penyelenggaraan transportasi laut,” ungkap Tonny.

Namun demikian, Tonny mengingatkan, dalam menggunakan uang Negara agar jangan hanya berfokus pada pengadaan alat-alat dan proyek saja, tetapi pemeliharaan dan pengawasan juga harus diperhatikan.

“Pastikan seluruh sarana dan prasarana kenavigasian dapat berfungsi dengan baik. Untuk itu, dalam melakukan pengecekan dan melaksanakan tugas rutin sehari-hari, para petugas Distrik Kenavigasian memerlukan dukungan armada kapal Negara kenavigasian yang handal, termasuk armada kapal Kelas I Kenavigasian,” tegas Tonny.

Pada kesempatan ini tidak lupa ucapan apresisi diucapkan Tonny kepada PT. Citra Shipyard, yang telah menyelesaikan pembangunan 2 (dua) unit kapal kelas I kenavigasian ini dengan baik dan tepat waktu disertai harapan semoga kapal buatan PT. Citra Shipyard merupakan perusahaan pembuatan kapal yang kualitas produknya tidak kalah dengan perusahaan pembuat kapal dari negara lain/

“Dengan diluncurkannya kapal navigasi ini ke kolam pelabuhan, menunjukkan bahwa tidak lama lagi kedua kapal ini dapat beroperasi secara penuh dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam mendukung tugas kenavigasian yakni mewujudkan keselamatan pelayaran di seluruh perairan Indonesia,” ujar Tonny.

Sebagai informasi, pembangunan 2 (dua) unit Kapal Kelas I Kenavigasian ini dilakukan oleh PT. Citra Shipyard menggunakan anggaran APBN senilai 233,77 Miliar Rupiah dan memiliki spesifikasi panjang 60 meter, lebar 12 meter, tinggi 4,7 meter, kecepatan 15 Knot, jarak jelajah kapal 4000 Nautical Mile, kapasitas tangki bahan bakar ± 220 Ton, dan tangki air tawar ± 100 Ton

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button