20121013131012161155_wisata-konservasi-penyu-131012-ief-3portal

Guna memperingati Hari Penyu Sedunia , Pegiat Penyu Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Samudera Padang, Sumatera Barat, melepaskan puluhan ekor tukik di Pantai Muaro Lasak, Padang, pada Selasa, 23 Mei 2017. Tukik yang dilepaskan berjenis lekang dan sisik.

Kegiatan ini digagas para pemerhati penyu di Sumatera Barat serta dihadiri ratusan warga, pegiat penyu, dan wakil pemerintah.

Lembaga lain yang ikut dalam kegiatan ini antara lain Balai Pengelolaan Sumber  Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Universitas Bung Hatta (UBH), Akademi Teknologi Industri Padang (ATIP), serta Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar.

Ada 70 ekor tukik jenis lekang dan sisik yang dilepas. Dari 70 ekor tukik tersebut, 50 diantaranya berasal  dari tempat penetasan yang dikelola di Pantai Pasir Jambak, yaitu dari jenis sisik 35 ekor dan lekang 15 ekor. Selain itu, ada penambahan tukik dari salah satu tempat konservasi penyu di Pantai Air Manis sebanyak 20 ekos dengan jenis tuki lekang.

Anggota Pokmaswas, Pati Hariyos, mengatakan pelepasan penyu ini juga sebagai salah satu bentuk sosialisasi perlindungan penyu kepada masyarakat.

Sementara itu Kepala Seksi Pendayagunaan dan Pelestarian BPSPL Padang Suardi mengatakan selain  sebagai bentuk sosialisasi perlindungan penyu, kegiatan ini digelar untuk melihat sejauh mana antusias masyarakat dalam memperhatikan pelestarian penyu. Dan hasilnya pun sesuai harapan. Banyak antusias masyarakat terhadap kegiatan ini

“Untuk ke depannya kita mengharapkan agar tidak ada lagi masyarakat yang mengonsumsi telur penyu dan tumbuh semakin banyak kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang konservasi penyu,” kata Suardi.

Begitu dilepas, tukik-tukik ini mulai merangkak ke laut. Ada yang bergerak cepat menuju laut, ada yang perlahan-lahan dan berhenti dulu sesaat, serta ada juga yang muter-muter dulu.  Tukik yang paling cepat bergerak ke laut bukanlah tukik yang nantinya akan survive. Karena seharusnya tukik-tukik ini mengenal dan mengingat dulu karakter pantai yang akan mereka tinggalkan. Oleh karena itulah tukik-tukik ini dilepas agak jauh dari bibir pantai agar mereka dapat merekam medan magnetik pantai.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *