Kemenhub Pastikan Transportasi Haji 2025 Siap, Tiga Maskapai dan 14 Bandara Dikerahkan
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kesiapan penuh sektor transportasi dalam mendukung kelancaran pemberangkatan jemaah haji tahun 2025. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat menghadiri pelepasan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia di Asrama Haji Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Kamis (1/5) malam.
Dalam sambutannya, Menhub Dudy mengungkapkan bahwa seluruh infrastruktur transportasi, baik udara maupun darat, telah dipersiapkan secara menyeluruh guna memastikan kenyamanan dan keselamatan para jemaah. Ia menegaskan bahwa dukungan transportasi merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji, mengingat skala besar pergerakan jemaah dari berbagai wilayah Indonesia.
“Tahun ini, sebanyak tiga maskapai akan melayani keberangkatan dan kepulangan jemaah haji, yaitu Garuda Indonesia, Saudi Airlines, dan Lion Air. Semua telah dipastikan dalam kondisi siap,” ujar Dudy.
Maskapai nasional Garuda Indonesia akan mengerahkan 13 armada pesawat untuk melayani jemaah dari sejumlah embarkasi, antara lain Aceh, Medan, Solo, Balikpapan, Makassar, Lombok, dan sebagian dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede. Garuda dijadwalkan akan mengangkut total 104.172 jemaah dan petugas haji yang tergabung dalam 287 kloter.
Sementara itu, maskapai asal Arab Saudi, Saudi Airlines, akan mengoperasikan 16 armada pesawat yang mengangkut sekitar 102.182 jemaah dan petugas dari Embarkasi Batam, Palembang, Jakarta-Bekasi, Kertajati, Surabaya, dan sebagian Embarkasi Jakarta-Pondok Gede.
Di sisi lain, Lion Mentari Airlines atau Lion Air akan melayani pemberangkatan jemaah dari Embarkasi Padang dan Banjarmasin dengan enam armada pesawat. Total jemaah dan petugas yang akan diangkut oleh Lion Air mencapai 11.762 orang.
“Persiapan tidak hanya mencakup ketersediaan dan kesiapan pesawat, tetapi juga kesiapan bandara sebagai titik keberangkatan dan kedatangan. Tahun ini, terdapat 14 bandara yang akan difungsikan sebagai embarkasi haji di seluruh Indonesia,” tambah Menhub Dudy.
Tahun 2025, Indonesia akan memberangkatkan total 221.000 jemaah haji ke Tanah Suci. Jumlah tersebut terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Proses pemberangkatan dan pemulangan akan dilakukan dalam dua gelombang, terbagi ke dalam 528 kelompok terbang.
Gelombang pertama pemberangkatan jemaah menuju Madinah dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 16 Mei 2025. Sedangkan gelombang kedua akan diberangkatkan menuju Jeddah pada 17 hingga 31 Mei 2025. Untuk kepulangan, gelombang pertama akan mulai kembali ke Indonesia dari Jeddah pada 11 hingga 25 Juni 2025, disusul gelombang kedua yang kembali dari Madinah antara 26 Juni hingga 10 Juli 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub juga menyampaikan pesan kepada seluruh jemaah untuk mematuhi arahan dan petunjuk dari petugas haji terkait keselamatan, keamanan, serta protokol kesehatan selama perjalanan.
“Kami imbau kepada seluruh jemaah untuk mengikuti petunjuk dengan seksama, menjaga kesehatan, dan memastikan kondisi fisik tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Semoga seluruh proses keberangkatan dan kepulangan berjalan lancar dan jemaah dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk,” tuturnya.
Acara pelepasan kloter pertama ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan ibadah haji. Di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BPHU) KH Moch Irfan Yusuf, Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, Deputi Kemenko PMK Warsito, serta Plt. Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan sinergi antarlembaga dalam memastikan layanan terbaik bagi para jemaah, mulai dari sisi transportasi, kesehatan, hingga pelayanan keagamaan.
Dengan segala kesiapan yang telah dilakukan, diharapkan penyelenggaraan haji tahun 2025 dapat berjalan lebih baik, tertib, dan memberikan pengalaman spiritual yang aman dan nyaman bagi seluruh jemaah.
