BusinessTransportation

Kemenpar dan Jetstar Group Tekan MOU Pengembangan Rute Baru

Kementerian Pariwisata beserta salah satu perusahaan airlines Jetstar Group bersama-sama menandatangani nota kesepahaman pada Jumat 5 Mei 2017 di gedung Sapta Pesona. Dengan kerjasama tersebut merupakan langkah strategis karena merupakan upaya untuk mengejar targer kunjungan wisman 2017 sebanyak 16 juta.

Penandatanganan mengenai nota kesepahaman (MoU) tersebut disaksikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan dilakukan oleh Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara dan CEO Jetstar Airways (Australia/New Zealand) Dean Salter serta CEO Jetstar Asia Barathan (Bara) Pasupathi di kantor Kemenpar, Jakarta. Selain itu, ada juga sejumlah pejabat Eselon I Kemenpar serta pimpinan Jetstar.

“Diperlukan total collaboration. Selain semua pihak tadi, kita masih butuh support maskapai Low Cost Carrier seperti JetStar Grup untuk mensupport akses udara ke sejumlah destinasi di Indonesia,” kata Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara.

Dengan mendorong maskapai untuk terbang ke destinasi wisata di tanah air serta mendorong jam operasi airport semakin panjang hingga 24 jam. Selain itu melakukan deregulasi sehingga membuat kemudahan dalam penambahan slot bagi pesawat yang akan membuka rute ke Indonesia.

Merunut pada kerjasama yang dibentuk adalah terkait peningkatan pelayanan maskapai penerbangan Jetstar menuju destinasi wisata yang ada di Indonesia, serta pemasaran kegiatan promosi di Australia dan Asia Pasifik. Poin lainnya adalah mendorong investasi di bidang penerbagan, infrastruktur pariwisata dan lapangan kerja.

“Sudah tidak ada waktu lagi. Harus ngejar target waktu dengan actions. Sentuh yang terbesar dulu, untuk quick win.” ujar Arief Yahya.

Kurangnya seat capacity yang merupakan salah satu permasahan harus menggenjot traffic right (ASA) dan ijin rute dan flight movements serta peningkatan kapasitas slot bandara, kolaborasi win-win dengan airlines/whole sellers untuk pengembangan rute baru juga diperkuat.

“Dengan airlines atau whole sellers kita mempunyai dua skema insentif, joint promotion untuk reguler flight yang menjanjikan growth dan cash incentive atau pax untuk charter flight dengan rute baru” katanya.

“Dan kontribusi perusahaan penerbangan seperti Jestar Group ini sangat besar perannya dalam memenuhi seat capacity untuk mendukung target pariwisata,” tambah Arief.

Menurut CEO Jetstar Asia, Bara Pasupathi, Singapura dan Indonesia merupakan pasar pariwisata yang penting di wilayah ini.

“Karena itu nota kesepahaman ini akan membuka lebih banyak peluang guna mendorong turis internasional dan perjalanan bisnis ke Bali dan berbagai tujuan lainnya di Indonesia lewat Singapura. Dengan lebih dari 25 penerbangan codeshare dan penerbangan interline layanan penuh, moda kami yang membawa turis dari Singapura dan negara-negara lain akan semakin meningkatkan pariwisata ke Indonesia.”

Dan rute Singapura-Jakarta tetap menjadi salah satu rute tersibuk di dunia untuk penerbangan low cost. Jetstar Asia juga merupakan satu-satunya penerbangan low cost dengan berpusat di Singapura dan melayani Sumatera hingga Jawa.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button