Kemenpar Galakkan Gerakan Bersih Objek Wisata di 136 Lokasi
Kebersihan tempat wisata menjadi salah satu daya tarik untuk menarik wisatawan. Namun apa jadinya jika tempat wisata dipenuhi sampah yang berserakan. Mungkin ada dua penyebab sampah berserakan yakn pertama mungkin karena minimnya SDM di tempat wisata dan yang kedua tidak ada kesadaran dari pengunjung tempat wisata untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Agar tempat wisata terbebas dari sampah, Kementerian Pariwisata melakukan Gerakan Bersih Objek Wisata serentak di 136 lokasi Indonesia, Rabu, 12 April 2017 Salah satunya di Candi Gedongsongo, Kabupaten Semarang.
Sampah selalu menjadi persoalan di sejumlah objek wisata di Indonesia. Selain karena minimnya sumber daya di internal pengelola tempat wisata, masyarakat atau pengunjung juga masih belum sadar terhadap kebersihan.
Demi menggerakkan kesadaran pelaku maupun masyarakat terhadap kebersihan tempat wisata, Kementerian Pariwisata melakukan Gerakan Bersih Objek Wisata serentak di 136 lokasi Indonesia, Rabu (12/4/2017). Salah satunya di Candi Gedongsongo, Kabupaten Semarang.
Kasubdit Internalisasi Dasar Wisata Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi Pemberdayaan Masyarakat Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Romi Astuti, mengatakan pembersihan sampah ini dilakukan untuk kembali menggalakan Sapta Pesona.
“Gerakan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat melakukan unsur-unsur Sapta Pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan,” ungkap Romi di sela kegiatan di Candi Gedongsongo.
Menurut Romi Masyarakat harus benar-benar sadar untuk menjaga kebesihan tempat wisata yang dikunjunginnya. “”Sampah memang menjadi persoalan yang luar biasa dan memperburuk citra destinasi wisata. Harus ditumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujar Romi.
Ditambahkan oleh anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Mujib Rohmat yang juga hadir dalam kegiatan itu bahwa selain menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan obyek wisata, Pemerintah Daerah juga harus memberikan wadah bagi kreativitas masyarakat sekitar sehingga masyarakat mempunyai rasa memiliki tempat wisata tersebut.
“Misalnya tempat suvenir di lokasi wisata, ini sangat penting untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat,” kata Rohmat.
Menurut Rohmat, sektor pariwisata saat ini masuk empat besar target pembangunan nasional. Sehingga melalui gerakan bersih obyek wisata ini masyarakat tergerak untuk berpartisipasi dengan memelihara kebersihan tempat wisata.
“Target pemerintah pada 2017 ini yaitu mendatangkan 15 juta wisatawan mancanegara dan 285 juta wisatawan domestik,” ungkapnya.
Terkait sampah belum lama ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Dubes Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R Donovan sepakat menjalin kerjasama dalam mengelolah sampah di tempat wisata.
Menpar mengatakan pemerintah AS akan membantu segi teknologi dalam menangani sampah, mengingat AS memiliki pengalaman dalam mengelolah sampah. Menurut Arief Kerjasama ini diperlukan mengingat adan event besar dunia yang akan digelar di Indonesia yakni Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang serta Pertemuan anggota IMF 2018 di Bali.

