Kemenpar Kritik Pemkab Banyumas Terkait Pengelolaan Pariwisata

0
DSC00123

Banyumas, Jawa Tengah memiliki pariwisata yang begitu lengkap, sebut saja ada Baturaden. Objek wisata seperti di kawasan Puncak Jawa Barat ini, memiliki pemandangan alam yang begitu indah nan mempesona.

Namun  Deputi  Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Dadang Rizki Ratman menilai  ada yang kurang maksimal yang dilakukan Pemkab Banyumas dalam mempromosikan  pariwisata di daerahnya. Menurut Dadang, promosi yang dilakukan Pemkab Banyumas kurang efektif.  Padahal promosi merupakan upaya yang jitu dalam menarik para wisatawan.

“Saya baru tahu kalau ini ada Baturraden. Saya tanya ke orang dinasnya, katanya sudah ada sejak dulu. Ini promosinya kemana?” ujar Dadangdi sela-sela kegiatan Team Building di Banyumas, tanggal 24 hingga 26 Agustus 2017.

Dadang mengatakan Baturaden yang dimiliki Banyumas merupakan tempat wisata  yang teleh memenuhi unsur tiga A yakni atraksi atau daya tarik, aksesibilitas dan amenitas.

Potensi daya tarik alam, kata dia, cukup banyak air terjun hingga curug tersebar di beberapa titik, hutan lindungnya juga masih alami dan menarik. Untuk atraksi budayanya, baik kesenian dan rumah adat atau kampung adat juga ada. Lokawisata Baturraden sebagai objek wisata buatan juga sudah menarik.

“Akses jalan juga sudah bagus, tapi kalau kunjungan semakin meningkat, jalannya harus dilebarkan atau menata hutan wisatanya untuk akses umum,” ujarnya.

Meski telah memiliki 3 unsur, ada fasilitas yang perlu diperbaiki seperti hotel, rumah makan, air bersih, toilet, tempat parkir hingga anjungan tunai mandiri. Selain itu, juga perlu penataan air limbah dari objek wisata, hotel maupun rumah makan.

Menurut Dadang, pengembangan daya tarik wisata Banyumas membutuhkan masterplan untuk 5 – 10 tahun mendatang. Rancangan ini berisi penataan destinasi, sumber daya manusia untuk melayani kedatangan turis, akomodasi, penataan limbah wisata, hingga promosinya.

“Promosi itu harus kontinyu. Adakan festival, bazar travelmart, ikut pameran, bikin kalender wisata. Juga bisa dengan membuat branding. Saran saya ikuti saja branding Indonesia, “Pesona Banyumas”. Manfaatkan media sosial seperti Instagram atau facebook untuk meningkatkan citra wisatanya,” terangnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Kristin Lestari mengatakan, masukan dari Kemenpar ini akan menjadi kajian untuk pengembangan konsep pariwisata Banyumas. (Sumber Meredeka.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *