Kemenpar Luncurkan Branding Baru 10 Destinasi Pariwisata
Branding baru 10 destinasi pariwisata resmi diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu, 14 Juni 2017. Peluncuran branding baru seharusnya dilakukan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, namun Menpar berhalangan hadir karena harus mengikuti rapat terbatas bersama Presiden soal pariwisata di kantor Kepresidenan Jakarta, akhirnya peluncuran diwakilkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar, I Gde Pitana.
Peluncuran branding baru dihadiri sejumlah kepala daerah dan kepala dinas pariwisata yang mewakili 10 destinasi pariwisata ini. Selain itu, juga hadir 3 Putri Pariwisata yakni Lois Merry Tangel (Putri Pariwisata Indonesia 2016) sebagai wakil dari Wakatobi, Nawang Wulan Hanafi (Miss Tourism World 2015) sebagai endorser Tanjung Kelayang Belitung dan Putty Erwina (Putri Pariwisata Indonesia DKI 2016) sebagai ikon Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta. Ketiga Putri Pariwisata ini ikut menjelaskan mengenai filosofi 10 branding baru destinasi di setiap both yang disedikan dalam acara peluncuran branding baru ini.
Penyusunan dan peluncuran branding terhadap 10 destinasi pariwisata tersebut adalah sebagai upaya penyelarasan master-brand (Wonderful Indonesia) dengan sub-brand (branding destinasi) sehingga memperkuat positioning dari master-brand Wonderful Indonesia. Hal ini sekaligus upaya menciptakan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional.
Di awal sambutannya Pitana menjelaskan tentang lahirnya branding pariwisata nasional yakni Wonderful Indonesia dan prestasi yang diraih Wonderful Indonesia. “Indonesia sudah mengembangkan branding dari 2008 dengan melakukan modifikasi lambang burung garuda menjadi sebagaimana bentuk burung yang ada di logo Wonderful Indonesia yang diabstraksi. Warna yang terdapat dalam logo mencerminkan Pancasila,” kata Pitana
“Kalau pada tahun-tahun sebelumnya kita menempati urutan 143 maka pada tahun 2016 lalu brand Wonderful Indonesia sudah menempati urutan ke 47, kemajuan yang luar biasa.” Tambah Pitana.
Berangkat dari branding Wonderful Indonesia inilah Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah, pemangku kepentingan di sektor pariwisata sepakat untuk membuat revitalisasi branding teradap destinasi pariwisata yang siap dan sudah memenuhi syarat dalam membuat branding baru tersebut. Syarat yang harus dipenuhi yakni adanya unsur 3 A yakni (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas). Selain itu, dalam pembuatan branding baru, pihak Kemenpar juga mengundang konsultan yang ahli di bidang branding dan bekerjasama dengan budayawan.
“Pada tahun 2016 kami memfasilitasi untuk melakukan revitalisasi branding sehingga bisa menjadi alat penjualan yg memang layak kita galakan. Kita banyak destinasi, kita banyak memiliki kekayaan alam tetapi kami kemudian melakukan fokusing dengan memperhatikan tiga kompenen yaitu Aksesbilitas, Atraksion dan Amenitas. Dari perdebatan panjang maka terpilihnya 10 destinasi pariwisata yaitu Bandung (Jawa Barat), Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi,” ujar Pitana.
Acara peluncuran “the 10 destination brandings” pariwisata Indonesia dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian dalam kemasan “cultural wonders” dengan menampilkan tari tradisional, fesyen show, pertunjukan musik oleh Band Kamila, serta alunan musik daerah yang dipersembahkan oleh Andien.T.

