Kemenpar Perbanyak Program Ramadan Untuk Pacu Pencapaian Target Kunjungan Wisman 2018
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggenjot pertumbuhan pariwisata menembus 21 persen. Jika hal itu tercapai tidak menutup kemungkinan target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini terealisasi.
Senin, 4 Juni 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis jumlah kunjungan wisman pada bulan April 2018 yang mencapai 1,30 juta wisman. Sedangkan, jika dikomulatif dari Januari hingga April 2018, BPS mencatat, wisman yang datang ke Indonesia sudah mencapai 4,97 juta.
“Hari ini sudah keluar dari BPS, jumlah wisman kita 1,3 juta, saya bulatkan aja total itu menjadi 5 juta dengan growth saya bulatkan juga total 14 persen. Apakah ini cukup untuk mencapai 17 juta, tidak akan cukup karena growth-nya hanya 14 persen. Kita membutuhkan pertumbuhan 21 persen,” kata Menpar saat menghadiri buka puasa bersama anak yatim piatu yang diselenggarakan EL JOHN Pageants di Best Western Premier The Hive, Cawang, Jakarta, Senin 4 Juni 2018.
Untuk mengejar target tersebut, Menpar telah meluncurkan berbagai program selama bulan Ramadan seperti Pesona Wisata Ramadan dan Ramadan Hot Deals.
“Hot Deals itu diskonnya besar-besaran. Contoh di Jakarta, selama bulan Ramadan itu, hotel berbintang tiga, tiga hari dua malam itu 1 juta diskonnya itu bisa 50 hingga 60 persen, “ Ujar Menpar.
Selain itu, Menpar juga meluncurkan Indonesia Moeslem Travel Index (IMTI) pada hari ini, Selasa, 5 Juni 2018. Menpar menyebut IMTI ini dapat mendongkrak posisi Indonesia di Global Moeslem Travel Index (GMTI). Menpar menargetkan posisi Indonesia di GMTI pada tahun 2019 mendatang bisa di peringkat pertama.
“Seperti diketahui untuk GMTI (Global Moeslem Travel Index), relevan di Ramadan, ranking kita sudah bagus. Ketika saya jadi Menteri , tahun 2015 itu ranking 6, 2016 itu ranking 4 , lalu 2017 ranking 3, di 2018 ranking dua dan diharapkan tahun 2019 kita bisa ranking 1 mengalahkan Malaysia,” tutup Menpar.
