Headline NewsTourism

Kemenparekraf Terus Dorong Digitalisasi Untuk Sektor Pariwisata

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendorong digitalisasi untuk sektor pariwisata melalui berbagai program pelatihan digital. Hal tersebut disampaikan  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat memberikan sambutannya pada acara webinar hybrid yang diselenggarakan oleh World Tourism Day bersama Universitas Gunadarma dan ditayangkan langsung oleh EL JOHN TV, Sabtu (28/11/2021).

Sandiaga menjelaskan digitalisasi pariwisata membutuhkan peran Big Data dan Artificial Intelligence untuk memudahkan sektor pariwisata dalam melakukan promosi.

“Pemanfaatan Big Data Analytics dan artificial intelligence pada industri pariwisata juga sangat penting dilakukan untuk mendukung analisis dalam mengambil keputusan atau pengambilan keputusan yang dapat menggambarkan tren pasar, potensi market dan koreksi wisatawan ke depan,” kata Sandiaga.Menurut Sandiaga, pariwisata merupakan sektor yang tidak dipisahkan oleh teknologi digital. Karena itu, pengembangan sektor pariwisata di tengah pandemi ini harus dilakukan secara terus menurut  dan terupdate oleh Big Data agar pemulihan sektor jasa yang satu ini dapat terealisasi secepatnya.

“Melalui strategi inovasi, adaptasi  dan kolaborasi Kemenparekraf dapat memanfaatkan teknologi informasi Big Data sebagai langkah strategis untuk merespon atas kondisi suka, mengingat kondisi kecepatan data dan tipe data yang dapat diproduksi secara realtime oleh Big Data dimanfaatkan untuk membangun kembali pariwisata yang sedang terpuruk,” ujar Sandiaga.Menpar menilai bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah merubah paradigma dalam memasarkan suatu produk termasuk pariwisata sehingga yang perlu dilakukan terus melahirkan terobosan agar dapat menghadapi tantangan yang tidak menentu.

“Kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa di berbagai sektor termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Era  VUCA, yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity menuntut kita untuk melakukan terobosan baru agar dapat terus bertahan dalam menghadapi tantangan dan merebut peluang atau kesempatan yang ada,” ungkap Sandiaga.Hal senada juga dilontarkan  Ketua Yayasan World Tourism Indonesia Prof. Dr. Azril Azahari. Ia mengatakan  sektor pariwisata merupakan sektor yang pengembangannya butuh inovasi. Agar inovasi dapat dioptimalkan maka dibutuhkan fungsi dari Big Data

“Kita sekarang sudah memikir destinasi tidak lagi merupakan suatu tempat, tidak lagi melihat suatu fisik, tidak lagi melihat infrastruktur tetapi destination is not a place. Destination adalah a new o see think, karena itu harus berubah terus  dan harus berkembang terus makanya big data dengan artificial intelligence merupakan hal yang sangat penting sekali untuk kita kembangkan di dalam tourism innovation,” kata Prof. Azril.Pernyataan Prof. Azril diperkuat oleh Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. E.S Margianti, SE, MM. Margiatan mengungkapkan bahwa sinkronisasi sektor pariwisata dengan teknologi pariwisata merupakan hal yang tidak dapat ditunda lagi. Teknologi digital sangat berarti bagi  pengembangan sektor pariwisata

 “Kita sudah waktunya untuk menerapkan atau mensinkronkan antara dunia pariwisata dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini. Bagaimana big data artificial intelligence telah mewarnai kehidupan kita bersama. Sekarang semua sudah berada pada society 5.0, dimana semua rasa-rasanya lebih kearah internet of think malah lebih kepada artificial intelligence.,” ungkapnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button