Kementan dan RNI Jalin Kerjasama Stabilkan Pasokan dan Harga Pangan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberi perhatian lebih terhadap stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan. Hal ini penting karena pasokan komoditas dengan harga terjangkau merupakan kewajiban pemerintah agar kebutuhan pangan untuk masyarakat tercukupi.
Untuk mewujudkan upaya tersebut, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menggandeng PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk mensinergikan program dan kegiatan dalam rangka pelaksanaan stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan strategis.
Sinergi ini dituangkan dalam perjanjian kerjasama yang ditandatangani langsung Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi dan Direktur PT RNI Arif Prasetyo Adi, Senin (15/2/2021). Penandatanganan tersebut disaksikan langsung Wakil Menteri (Wamen) Pertanian Harvick Hasnul Qolbi
Wamen mengapresiasi kerjasama ini yang diyakini melalui kerjasama tersebut dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan nyata untuk memperkuat ketahanan pangan.
“Adapun permasalahan itu utamanya adalah distribusi dan keberagaman harga, untuk itu kita berharap kestabilan harga segera terbentuk sesuai harapan pemerintah.” ungkapnya.
Wamen menyadari, bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada upaya untuk memuluskan pasokan pangan maupun menstabilkan harga komoditas. Namun hambatan tersebut bukan justru didiamkan, melainkan harus dicarikan solusi agar komoditas pangan yang terjangkau dapat mudah didapatkan masyarakat. Salah satunya solusinya adalah dengan merangkul RNI.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi bahwa kerja sama dengan RNI sebagai BUMN kluster pangan ini dilakukan dalam rangka memperlancar meningkatkan kekuatan dalam distribusi pangan sebagai usaha untuk menstabilkan harga pangan.
“Apa yang kita lakukan hari ini yang pertama adalah untuk stabilisasi pasokan harga termasuk cadangan pangan, stabilisasi harga itu bukan hanya harga di konsumen saja tetapi juga harga di petani” katanya.
Dengan adanya kerja sama ini Agung menyebut jika ada komoditas pangan yang harga nya jatuh di petani, diperlukan pengolahan dalam hal penyimpanan dan juga mendistribusikan ke seluruh Indonesia secara merata. Terkait hal itu, Agung menyebut diperlukan kerja sama dengan BUMN pangan misalnya dengan pengolahan dan penyimpanan untuk memperpanjang usia simpan komoditas pangan serta membantu mendistribusikannya ke seluruh Indonesia.
“Kenapa kita kerja sama dengan BUMN pangan, karena kalau Kementan bukan lembaga komersil. Yang penting transparansi berapa marginnya harus jual ke masyarakat berapa, apakah masih dibawah harga acuan pemerintah itu nanti yang kita lakukan” tambahnya.
Penandantangan kerja sama ini juga disambut baik oleh Direktur Utama PT RNI Arif Prasetyo Hadi yang mengatakan bahwa ini adalah titik luar biasa untuk ke depan, karena setelah ini BUMN klaster pangan akan menjadi sangat efektif dan efisien mulai dari hulu sampai ke hilir.
“Yang kita perlukan hari ini adalah hadirnya kita semua dari Kementerian dan korporasinya adalah BUMN pangan yang insya Allah akan terbentuk holding segera, yang pertama ada di Hulu yang satu di hilir keduanya harus stabil harganya. Jadi harga di petani harus baik kemudian harga di masyarakat juga harus baik” ungkapnya.
“Seperti apa caranya, kita harus bisa untuk satu produk yang memang sudah diproduksi dengan baik oleh Kementan kita carikan umur simpannya supaya bisa panjang atau shelf lifenya kita perpanjang dengan teknologi misalkan cold room,” tambah Arif.
Dengan demikian, Arif meyakini akan dapat mengatur inventory dan stok level komoditas pangan agar dapat terdistribusi merata sampai ke seluruh Indonesia.
“Ini juga perintah Menteri BUMN agar kita semua harus hadir di sana dan pangan ke depan ini memang menjadi andalan kita semua untuk menyiapkan pangan nasional” ungkapnya.

