Kementerian Pariwisata Terus Genjot Pelatihan SDM Kepariwisataan

0
photo_2017-04-12_12-45-34

Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus di Solo yang digelar Kementerian Pariwisata pada Rabu, 30 Agustus 2017, berjalan sukses. Kesuksesan itu dibuktikan dengan kehadiran 500 mahasiswa di Gedung Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah. Mereka pun antusias mendengarkan materi yang disampaikan para ahli pariwisata.

Mereka yang ikut menyumbangkan ilmunya yakni Pengamat Sosial Budaya kota Surakarta Dra. R. AY. Irawati Kusumoasri , Kepala Dinas Pariwisata kota Surakarta, Basuki Anggoro Hexa, Direktur Badan Pengelola Otorita Danau Toba, Faisal , Nanang Wijayanto serta Ketua Indonesian Hotel General Manager Asociation (IHGMA) DPD Jawa Tengah, Sugeng Sugiantoro.

Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Pariwisata dalam menggenjot peningkatan kualitas SDM pariwisata.

“Ini moment yang tepat bagi mahasiwa/i untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata, mahasiswa sebagai kader dan agen perubahan dalam pengembangan pariwisata. Indonesia ada karena pemuda dan Indonesia tegak karena mahasiswa. Dan mahasiswa punya energi positif untuk pengembangan pariwisata,” ujar Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar, Kamis, 31 Agustus 2017.

Ahman Sya mengatakan Kementerian Pariwisata tidak akan pernah berhenti untuk memberikan pelatihan SDM Pariwisata. Tujuannya hanya satu mencetak SDM yang handal dibidang pariwisata, apalagi kini minat masyarakat untuk mendalami ilmu kepariwisaatn terhitung banyak. Utamanya, masyarakat yang dekat dengan destinasi pariwisata.

Pelatihan goes to campus dilaksanakan agar mahasiswa dapat melahirkan gagasan baru untuk membangun pariwisata, mahasiswa sebagai multi disiplin, multi dimensi dan multi ilmu harus memiliki nilai tambah.

“Dalam membangun pariwisata harus melibatkan pentahelix Academisi, Business, Goverment, Community, Media, yang disingkat ABGCM. Mahasiswa harus berpikir rasional untuk memahami konsep pembangunan pariwisata, ada 3 syarat untuk menjadi maju di era sekarang ini. Pertama kuasai bahasa asing, kedua kuasai IT digital dan ketiga kuasai leadership,” ujarnya.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Asociation (IHGMA) DPD Jawa Tengah, Sugeng Sugiantoro mengatakan mahasiswa merupakan salah satu SDM yang berkualitas dalam mengembangkan industri pariwisata khususnya hotel.
“Pelayanan prima sangat dibutuhkan setiap usaha terutama hotel. Yang lebih penting dalam usaha adalah pelanggan atau tamu. Aksi mahasiswa dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan  pariwisata memberikan kenyamanan kepada tamu dan memberikan kenangan yang baik bagi para tamu,” ujar Sugeng.

Peran perguruan tinggi dalam pengembangan pariwisata sangat penting. Karena saat ini pariwisata menjadi leader pembangunan nasional. Potensi yang ada hanya harus dimanfaatkan karena Pariwisata selalu memiliki prinsip semakin dilestarikan semakin mensejahterakan.

“Pariwisata mempunyai multiplier effect yang memberikan pengaruh yang kuat pada lingkungan sekitarnya dengan menjaga kearifan lokal agar memiliki nilai bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sumber Daya Manusia (SDM) harus terus ditingkatkan baik jumlah maupun mutu. Minimal, SDM yang ada sesuai standar Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga memiliki keunggulan komparatif jika dibandingkan dengan tenaga kerja dari negara lain. “Kerahkan semua resources di perguruan tinggi Pariwisata kita! Karena harus berpacu melawan tuntutan pengembangan destinasi dan industri,” kata Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *