Kepala BNPB dan Gubernur Erzaldi Resmikan RS Covid-19 di Kepulauan Babel
Sebagai bentuk penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas kerja kerasnya mengendalikan kasus Covid-19, Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun Rumah Sakit Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 yang berada di Lingkungan RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung.
Pembangunan rumah sakit ini, dimulai pada November 2020 dan selesai pada Desember 2020. Pada Kamis (18/3/2021), rumah sakit ini diresmikan pengoperasiannya oleh Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan.
Rumah sakit yang dibangun dengan menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB itu, memiliki luas lahan kurang lebih 1,05 hektar dengan kapasitas 100 tempat tidur masing-masing 25 untuk ICU dan 75 untuk perawatan isolasi.
Proses pembangunan RS ini memakan waktu 45 hari dan dilakukan melalui upaya kolaboratif antar kementerian/lembaga, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang didelegasikan kepada Kementerian Kesehatan dan beberapa BUMN terkait
Dalam sambutannya, Doni mengaku senang akhirnya rumah sakit dapat difungsikan untuk menangani kasus Covid-19 yang ada di Kepulauan Babel. Rumah sakit tersebut tidak dapat hadir jika bukan berkat kerja keras Gubernur Babel dalam memerangi bahaya pandemi ini. Kerja keras itu dibuktikan dengan rendahnya kasus Covid-19 di Negeri Serumpun Sebalai ini.
“Kasus aktif di Babel di bawah (angka) nasional dan kesembuhan di atas nasional 90 persen, dan angka kematian dibawah nasional 1,54 persen jadi ini prestasi,” kata Doni.
Doni mengungkapkan, apa yang dilakukan Gubernur Babel patut diapresiasi. Meskipun kasus Covid-19 daerah yang dipimpinnya melandai, namun tetap ada keinginan yang kuat dari sang Gubernur agar Kepulauan Babel memiliki fasilitas memadai dalam mengatasi pandemi, sampai akhirnya ada permintaan untuk dibangun rumah sakit khusus Covid-19.
“Permintaan tersebut kami laporkan kepada beberapa menteri, karena program pendirian rumah sakit ini tidak bisa berdiri sendiri, akan tetapi lintas kementerian, kolaborasi antara antar-menteri,” ujar kepala BNPB sambil berpesan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.
Doni berharap RS rujukan COVID-19 tersebut kedepannya dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Bangka Belitung yang terpapar COVID-19. “Rumah Sakit ini diharapkan bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terpapar COVID-19,” ujarnya.
Lebih lanjut Doni menjelaskan, seluruh proses pengembangan RS mulai perencanaan juga melibatkan auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sampai dengan operasionalnya sehingga seluruh proses dapat dilakukan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita harapkan seluruh proses ini berjalan dengan baik, setiap sen uang negara yang dikeluarkan harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman mengatakan Pemerintah Provinsi mendapatkan fasilitas pembangunan rumah sakit dari pemerintah pusat melalui BNPB sebagai bentuk penghargaan kepada provinsi yang ia pimpin mampu peringkat ke-2 dalam penanggulangan Covid-19 tahun 2020.
“Rumah sakit ini mulai beroperasi 21 Januari 2021, sekarang sudah ada pasien 10 orang alih rawat dari Wisma Karantina BKPSDMD Babel dan Asrama Haji Karantina Babel,” ungkap Gubernur Erzaldi.
Oleh karena itu, Gubernur Erzaldi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat terkhusus kepada BNPB dan Kementerian PUPR.
“Rumah sakit ini bagian dari program pemerintah dalam penanggulangan Covid-19, dilengkapi dengan peralatan canggih, saya yakin nantinya masyarakat dapat dilayani dengan peralatan yang memenuhi standar, serta didukung oleh tenaga paramedis handal dan profesional,” kata gubernur yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Babel di masa pandemi itu.