Untuk Penuhi Kebutuhan Susu Nasional, Mentan Dorong Perluasan Industri Susu Sapi Perah

0
Kemendes-PDTT

Produksi susu sapi di Indonesia semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan nutrisi. Belum lama ini, telah dicanangkan pembangunan industri susu di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pencanangan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Pembangunan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah dengan pihak swasta, seperti yang dilakukan PT. Cimory ini, untuk mengembangkan  industri susu sapi secara merata di seluruh Indonesia.

 Mentan mengatakan, bahawa pemerintah kini sedang menggalakan program susi sapi perah dan lahirnya industri susu menjadi salah satu upaya untuk mendukung program ini.

“Kami mencoba mengimplementasikan program susu sapi perah di seluruh Indonesia. Kebetulan di daerah ini (Desa Tonasa) kontur kesiapan lahan untuk membuat peternakan sapi perah cukup memungkinkan secara teknis,” ujar Mentan.

Mentan menjelaskan, susu merupakan salah satu kebutuhan yang paling dicari masyarakat karena memiliki nutrisi yang banyak bagi kecerdasan anak-anak. Apalagi kondisi persusuan Indonesia baru terpenuhi sekitar 22 persen dari total kebutuhan susu nasional sebanyak 3,4 juta ton.

 “Kita harus menguatkan kemampuan kita sendiri supaya mampu memenuhi susu secara mandiri. Karena itu, ke depan kita harus bisa mengembangkan industri susu di wilayah lain agar semua orang bisa berinvestasi. Ini juga menggembirakan karena budidayanya bisa kita lakukan bersama rakyat dan Cimory mengambil peranan sebagai offtaker,” katanya.

 Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengapresiasi keinginan PT. Cimory dalam membuka akses serapan susu sapi dari para peternak yang ada di Gowa.

 “Tentunya kalau kita bertumpu ke pulau Jawa saja, terutama dengan keterbatasan lahan ini tidak akan cukup. Untuk itu salah satu inisiasi Kementan adalah mengembangkan sapi perah diluar pulau Jawa. Insyaallah kita akan memulai dengan membangun inkubator dari pengembangan sapi perah di kabupaten Gowa,” katanya.

Nasrullah mengatakan,  sapi  perah yang dikelola  PT. Cimory tidak diragukan lagi. Perusahaan ini saat ini memiliki budidaya sapi perah medium scale dengan kepemilikan 500 ekor sapi perah dan plasma dari 26 kooperasi yang memiliki jumlah sapi perah kurang lebih 2.600 ekor sapi. Dengan populasi tesebut, Cimory bisa menghasilkan 30 sampai 40 ton susu segar setiap hari.

 “Kita akan lakukan apa yang menjadi harapan kita di kabupaten Gowa, utamanya dalam memenuhi kebutuhan susu sapi,” katanya.

 Presiden Direktur Cimory, Bambang Sutantio menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerjasama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) terkait pembangunan industri susu sapi perah di Kabupaten Gowa. Bambang mengatakan, kerjasama ini dapat memberi manfaat besar bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

 “Kami yakin dan percaya kerjasama ini akan memberi manfaat baik bagi kabupaten Gowa maupun masyarakatnya. kerjasama ini bukan hanya sapi perahnya saja, tapi juga pada susu perah. Susu susu yang dikelola peternak akan diambil oleh Cimory,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *