Kereta Api Jadi Pilihan Favorit Wisman, KAI Catat Lonjakan Pengguna Hingga 601 Ribu Orang

0
wisman_naik_ka_202509141455011757836501_crop

Minat wisatawan mancanegara (wisman) terhadap perjalanan menggunakan kereta api di Indonesia terus meningkat pesat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 601.960 wisman menggunakan layanan kereta api selama periode Januari hingga Oktober 2025.

Angka ini menunjukkan kenaikan 4,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 574.207 wisman. Jika menilik ke tahun 2023, jumlah tersebut meningkat signifikan dari 497.697 wisman, bahkan hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2022 yang mencatat 238.609 wisman.

Kenaikan ini mencerminkan tren positif sektor transportasi berbasis rel, sekaligus menandai meningkatnya kepercayaan wisatawan asing terhadap kenyamanan dan efisiensi layanan kereta api Indonesia.

Pertumbuhan jumlah wisatawan asing pengguna kereta api tak lepas dari meningkatnya minat untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Indonesia melalui jalur darat. Banyak wisatawan memilih kereta karena selain nyaman dan tepat waktu, perjalanan dengan moda ini juga menawarkan pengalaman visual yang memikat: dari hamparan sawah di Jawa hingga pegunungan dan pantai di Sumatera.

KAI terus memperkuat perannya sebagai penghubung utama destinasi wisata nasional, mempermudah wisatawan menjangkau kota-kota bersejarah, kawasan budaya, hingga lokasi wisata alam yang menawan.

“Kereta api kini bukan hanya alat transportasi, tapi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri,” ujar Anne Purba, Vice President Public Relations KAI.

Data KAI menunjukkan, stasiun-stasiun besar di Pulau Jawa masih menjadi titik keberangkatan favorit wisatawan mancanegara. Berikut 10 stasiun dengan jumlah wisman tertinggi sepanjang Januari–Oktober 2025:

  1. Yogyakarta – 114.085 wisman
  2. Gambir (Jakarta) – 98.630 wisman
  3. Bandung – 61.204 wisman
  4. Pasar Senen – 33.346 wisman
  5. Surabaya Gubeng – 27.072 wisman
  6. Malang – 23.562 wisman
  7. Semarang Tawang – 19.789 wisman
  8. Probolinggo – 19.326 wisman
  9. Surabaya Pasar Turi – 12.152 wisman
  10. Solo Balapan – 11.618 wisman

Yogyakarta menempati posisi teratas karena dikenal sebagai pusat budaya dan destinasi favorit wisman. Disusul oleh Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang menjadi gerbang utama wisatawan untuk menjelajahi Jawa dan sekitarnya.

Selain Jawa, tren positif juga terlihat di Sumatera, yang mulai menjadi magnet baru bagi turis asing. Layanan kereta api di pulau ini kini semakin diminati berkat perbaikan infrastruktur dan meningkatnya akses ke kawasan wisata.

Selama Januari–Oktober 2025, Stasiun Medan mencatat 6.183 wisman, menjadi yang tertinggi di Sumatera. Diikuti oleh Tebing Tinggi (2.970), Rantau Prapat (2.962), dan Kisaran (1.982).

Stasiun lain seperti Tanjung Balai, BIM (Bandara Internasional Minangkabau), dan Padang juga mencatat peningkatan signifikan, masing-masing melayani 1.852, 1.791, dan 1.289 wisman.

“Sumatera memiliki potensi luar biasa, terutama untuk wisata alam dan budaya. Kereta api membantu membuka akses menuju destinasi-destinasi eksotis itu,” tambah Anne.

KAI menyadari pentingnya memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan inovasi dan perbaikan, mulai dari peningkatan fasilitas di stasiun, layanan informasi multibahasa, hingga integrasi tiket daring dengan platform wisata.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kenyamanan, ketepatan waktu, serta kualitas layanan agar wisatawan asing merasa puas dan kembali menggunakan kereta api dalam perjalanan berikutnya,” tegas Anne.

KAI juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengembangkan paket wisata berbasis kereta api, seperti Rail Tourism Experience, yang memungkinkan turis menikmati perjalanan sekaligus mengunjungi berbagai destinasi wisata dalam satu jalur perjalanan.

Peningkatan jumlah wisatawan asing pengguna kereta api juga memberikan efek berganda bagi ekonomi lokal. Kota-kota tujuan seperti Yogyakarta, Bandung, dan Malang merasakan lonjakan aktivitas ekonomi di sektor kuliner, penginapan, hingga UMKM yang menyediakan suvenir dan jasa perjalanan.

Anne menambahkan, “Dengan semakin banyaknya wisatawan asing yang memilih kereta api, KAI turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat sektor pariwisata nasional.”

Selain berkontribusi pada perekonomian, keberhasilan KAI dalam menarik wisatawan mancanegara juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan sistem transportasi publik yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *