Keseruan JFC 2018 Dibeberkan di Rakornas ke-III Kepariwisataan
Jember Fashion Carnival (JFC) 2018 menjadi salah satu event pariwisata yang paling disorot di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-III Kepariwisataan tahun 2017 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, 26-27 September 2017. Wajar jika JFC menjadi buah bibir di rakornas, karena event unggulan milik Jember ini menduduki urutan ke tiga Karnaval di dunia.
Tanggal pelaksanaannya pun sudah ditetapkan yakni pada 7 hingga 12 Agustus 2017. “Tanggalnya sudah fix, jadi wisatawan bisa mempersiapkan jauh-jauh hari untuk bisa datang ke Jember,” kata CEO JFC Dynan Fariz saat Rakornas digelar.
Untuk tahun depan tema yang diusung JFC yakni “Asia Light”. Dipilihanya tema tersebut bukan tanpa alasan, yakni untuk mengangkat JFC ke dunia internasional. Meski ingin mendunia, Dynan tidak dapat memastikan apakah mengundang peserta dari internasional juga. JFC 2018 akan mengkukuhkan Jember dan Indonesia menjadi kota dan negara trend center carnaval dan fashion dunia
“Nantinya, semua orang di dunia akan mengingat karnaval itu adanya di Jember, bukan di Rio atau Pasadena lagi. Tahun ini JFC mendapat undangan mecapai 75 kali show, baik international dan nasional,” ujar Dynan.
Dalam rakornas Dynan membocorkan kegiatan apa saja yang akan disajikan di JFC 2018. Kegiatan-kegiatan tersebut yakni ada kids carnaval. Dihari ketiga akan ada Artwear Carnival, sementara dihari keempat Rythm Carnival siap ditampilkan.
Ada pula Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) dihari berikutnya, puncak JFC sendiri akan berlangsung Grand Carnival yang diikuti exhibition dan press conference.
“Misinya sendiri di 2018 akan memajukan dan mengembangan pendidikan, budaya, sosial yang kreatif. Serta menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis keunggulan lokal di Jember dan Indonesia umumnya,” ujarnya.
Dynan mengaku untuk mengerjakan JFC hingga nanti berlangsung bukan perkara yang mudah, dibutuhkan kerjas keras dan kekompakan. Dynan mencatat terdapat 3.073 media dan fotografer yang mendaftar dari seluruh dunia. Selain itu, event JFC mampu menyedot perhatian 500 ribu penonton yang bukan hanya berasal dari warga Jember. Ada yang berasal dari luar kota bahkan luar negeri.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan JFC. Untuk mereka yang berada di luar Jember harus pesan hotel dua bulan sebelum JFC digelar. Banyak pengunjung yang datang ke Jember sehingga hotel penuh. Untuk itu, mereka harus jauh-jauh hari memesan hotel di Jember,” tambah Dynan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwsata Arief Yahya merasa bangga dengan keberhasilan JFC yang diketuai Dynan Fariz. Pria asal Banyuwangi itu juga tidak sungkan menyebut jika JFC merupakan festival terbaik di Indonesia. Dan sudah tahun ke-16, dijalani secara konsisten. Tiga hal kuat yang membuat Jember semakin mendunia dengan karnaval. Event yang dimotori oleh Dynand Fariz itu mengangkat pamor Jember dan Jawa Timur.
“Dengan catatan, Bali tidak diikutkan dalam penilaian ini. Karena Bali yang punya Pesta Kesenian Bali (PKB) sudah eksis juga selama 39 tahun non stop. Pertunjukkannya juga kelas dunia, parade pembukaannya juga sangat serius,” jelas Arief Yahya.