Kisah Miss Heritage Indonesia Wisata ke China

0
WhatsApp Image 2026-01-05 at 13.56.51

Miss Heritage Indonesia 2025 membagikan pengalamannya selama kunjungannya pergi ke China yang memberinya perspektif baru mengenai pelestarian budaya dan heritage. Meski dilakukan dalam suasana liburan, perjalanan tersebut menjadi ruang refleksi baginya untuk melihat bagaimana identitas budaya tetap hidup dalam keseharian masyarakat setempat.

Saat mengunjungi Harbin, Putri binaan Yayasan El John Indonesia tersebut mengaku terkesan dengan cara masyarakat lokal mengekspresikan identitas melalui busana. “Ketika saya ke Harbin, saya sering melihat orang lokal memakai baju dengan corak khas mereka. Walaupun corak tersebut lumayan menarik perhatian, tetapi mereka tetap senang memakai baju dengan corak tersebut,” ungkapnya. Ia juga menyoroti pengaruh budaya Rusia yang masih terasa kuat di kota tersebut. “Saya menyadari bahwa bangunan-bangunan di Harbin masih ada sentuhan arsitektur dan budaya Russia, dari restoran, snack, hingga gereja di sana,” lanjutnya.

Pengamatannya berlanjut saat berada di Beijing. Menurutnya, kawasan bersejarah seperti Tembok Besar China dan Tiananmen Square terawat dengan sangat baik. “Walaupun bangunan tersebut sudah ada sejak lama, tempat tersebut masih sangat terawat. Tidak ada sampah berserakan sama sekali,” ujarnya. Ia menilai kedisiplinan pengunjung turut berperan, termasuk adanya aturan dan sanksi yang tegas.

Pengalaman sederhana selama berjalan-jalan juga memunculkan perbandingan dengan Indonesia. “Dari orang-orang lokal di sana yang memakai baju tradisional sebagai baju keseharian mereka, dan juga mereka yang masih menggunakan kuda sebagai alat transportasi,” katanya.

Sebagai Miss Heritage Indonesia 2025, ia menegaskan pentingnya menjaga budaya sebagai identitas. “Budaya sangatlah penting sebagai identitas kita masing-masing. Apabila budaya itu tidak diturunkan, saya tidak akan tahu adanya eksistensi baju-baju ataupun corak kain tersebut,” tuturnya.

Ia pun menyampaikan pesan bagi generasi muda Indonesia. “Jangan pernah malu untuk memakai baju tradisional sebagai baju keseharian. Apapun yang mencerminkan identitas kita, tidak pantas untuk kita merasa tidak percaya diri,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *