KKP: Wisatawan Perlu Dibatasi Agar Satwa Laut Tidak Stres

0
IMG-20190405-WA0124

Setditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Agus Dermawan menilai  pembatasan wisatawan yang ingin melihat kehidupan satwa laut tidak akan mematikan operasional objek wisata bahari. Berdasarkan pengamatan KKP, justru membludaknya wisatawan  dapat memberikan dampak negatif terhadap satwa laut.

“Misalkan satu boat saja 10 orang, kalau ada 10 boat saja sudah ada 100 orang, nah 100 orang itu berkumpul disitu melihat pari mata yang hanya dua ekor saja, kan jadi stres pari matanya. Sama ketika orang melihat penyu bertelur, biasanya kan orang melihat proses proses penyu itu bertelur. Namun ada juga yang menaiki penyu itu setelah bertelur,  seharusnya ini kan ga boleh,” kata Agus  dalam acara talk show yang menjadi rangkaian penyelenggaraan DXI 2019 di JCC, Jumat (5/4/2019).

Selain Agus, hadir sebagai nara sumber yakni pengusaha sukses pariwisata Johnnie Sugiarto,  Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan  Chairul Mahsul serta Akademisi Beginner Subhan.

Agus mengakui untuk membatasi wisatawan bukan perkara yang mudah. Perlu aturan  yang disepakati para pengusaha objek wisata bahari agar tidak ada yang dirugikan dengan pembatasan ini.  Karena itu,  KKP akan  duduk bersama  dengan para pengusaha untuk memutuskan aturan tersebut.

Menurut Agus dalam membuat aturan itu juga perlu memperhatikan objek wisatanya karena masing-masing objek wisata memiliki karakteristik yang berbeda.

“Ini perlu dibahas dengan para pengusaha agar ada aturan soal waktu kunjungan dan jumlah pengunjung. Misalkan harus mahal ga pa pa, mahalkan saja karena itu menjadi salah satu solusi untuk membatasi jumlah wisatawan,” ujar Agus.

Apa yang disampaikan Agus, diamini pengusaha sukses pariwisata Johnnie Sugiarto. Johnnie,  yakin pembatasan wisatawan tidak akan mematikan usaha pariwisata.

“Dari pada harus menunggu antrian selama setahun, wisatawan bakal pilih untuk bayar mahal supaya dapat menyaksikan kehidupan satwa di laut, biar pun wisatawannya sedikit, tapi usaha pariwisata tetap berjalan dan satwa laut pun tidak mengalami stres. Saya yakin dengan pembatasan ini usaha pariwisata tetap berjalan,” ungkap Tokoh Pariwisata Nasional ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *