Kolaborasi PPJI dan Yayasan Kasih Mulia Sehati dalam Seminar Kesehatan untuk Lansia Bersama Dr. Theresia Dimiyati

0
WhatsApp Image 2024-05-27 at 16.50.39 (8)

Dalam rangka memperingati Hari Lansia, Perkumpulan Perantau Jambi Indonesia (PPJI) bekerja sama dengan Yayasan Kasih Mulia Sehati menyelenggarakan  seminar kesehatan di kantor Sekretariat Yayasan Kasih Mulia Sehati, Jakarta, Minggu (26/05/2024). Seminar yang mengangkat tema “Hidup Sehat Alamiah, Optimal dan Mandiri” ini menghadirkan narasumber Dr. Theresia Dimiyati L., SKIM., MM., Ph.D., seorang Sinshe dan Acupuncturis  ternama sekaligus Senior Practitioner Chinese Medicine di Yayasan St Yoanes.

Dr. Theresia menyampaikan berbagai materi tentang kesehatan alamiah yang dapat diterapkan oleh para lansia untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dan mandiri. Dengan pengalaman dan pengetahuannya yang luas, ia memberikan wawasan mendalam mengenai pengobatan tradisional Tiongkok serta pentingnya menjaga keseimbangan tubuh secara alami.

Dr. Theresia mengatakan kesehatan yang optimal dapat dicapai dengan menciptakan keseimbangan dalam tubuh. “Semua penyakit bisa datang dan bisa hilang,” papar Dr. Theresia.

Dia menjelaskan bahwa kunci utama dalam hidup sehat adalah menjaga keseimbangan tubuh, yang terpengaruh oleh berbagai faktor seperti cuaca, paparan emosi, dan stres. Dr. Theresia juga menekankan pentingnya pola duduk yang benar, karena kesalahan dalam postur duduk dapat menyebabkan masalah tulang belakang dan berbagai penyakit lainnya.

Dalam aspek nutrisi, Dr. Theresia menyarankan pola makan yang seimbang, dengan menghindari konsumsi berlebihan tepung dan minyak. Dia menekankan pentingnya makanan yang dapat menjaga keseimbangan darah dan mengurangi risiko penyakit seperti kolesterol tinggi dan asam urat.

“Jagung adalah salah satu makanan yang sangat baik untuk mencegah kencing manis dan kolesterol darah kental,” ujarnya. Namun, Dr. Theresia juga memperingatkan agar menghindari makanan yang telah dimodifikasi secara genetik.

Selain itu, Dr. Theresia juga membahas pentingnya kesehatan rohani dan spiritual dalam mencapai keseimbangan hidup. Dia mengungkapkan bahwa kesehatan jasmani sangat erat kaitannya dengan kesehatan rohani dan spiritual. “Ketika jiwa kita sakit, organ tubuh kita juga akan terpengaruh,” jelasnya.

Menurutnya, hubungan yang baik dengan Sang Pencipta adalah kunci untuk menjaga kesehatan spiritual. “Ketika kita kehilangan hubungan dengan Sang Pencipta, itu merupakan masalah besar bagi kesehatan kita,” tambahnya.

Dr. Theresia menegaskan pentingnya pendidikan dan praktik hidup sehat bagi masyarakat Jambi, khususnya para perantau dari Jambi yang tergabung dalam Perkumpulan Perantau Jambi Indonesia.

“Dengan mengisi acara edukasi tentang kesehatan, kita dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Semakin sehat kita, semakin besar kontribusi yang dapat kita berikan dalam melayani sesama,” ungkap Dr. Theresia.

Ia juga  menekankan pentingnya menyebarkan pengetahuan tentang hidup sehat secara alamiah dan mandiri kepada keluarga dan masyarakat luas. “Saya ingin berbagi ilmu ini kepada siapa saja yang mau mendengar. Kita semua dapat menjadi agen perubahan dengan menjadi teladan dan menyebarkan pengetahuan ini,” tambahnya.

Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya tamu undangan yang hadir, mayoritas adalah anggota PPJI dan warga Jambi yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Mereka sangat bersemangat mengikuti seminar dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada Dr. Theresia terkait masalah kesehatan yang mereka hadapi.

Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis tetapi juga tips praktis tentang bagaimana menjaga kesehatan di usia lanjut. Dr. Theresia menjelaskan berbagai metode pengobatan tradisional, termasuk akupunktur dan ramuan herbal, yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan para lansia.

Dr. Theresia., seorang praktisi kesehatan yang berdedikasi, telah mengukir perjalanan yang luar biasa dalam karirnya yang mencakup berbagai bidang dalam dunia kesehatan.

Lahir di Jambi, Dr. Theresia memulai perjalanan pendidikannya dengan lulus dari SMA Xaverius Jambi pada tahun 1974. Dorongan untuk berkarir dalam dunia kesehatan membawanya ke jalur pendidikan perawat dan bidan di St. Yoesoep RS St. Carolus, dimana dia berhasil meraih gelar perawat pada tahun 1977 dan gelar bidan pada tahun 1978.

Dorongan untuk terus mengembangkan diri membawanya ke dunia akupunktur, di mana ia berhasil meraih gelar pada tahun 1981 dan mulai menjalankan praktiknya hingga saat ini. Tidak hanya itu, Dr. Theresia juga mendalami ilmu herbal Tiongkok (TCM) dan meraih gelar kelas III advance TCM (Spesialis) di Lembaga Pendidikan Kesehatan Tradisional Tionghoa Jakarta pada tahun 1986.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *