Komunitas BerAmal 88 Gelar Tradisi Fang Sheng di Sungai Cisadane, Tangerang
Komunitas BerAmal 88 melakukan tradisi Fang Sheng di Sungai Cisadane, Tangerang, pada Rabu (30/08/2023). Tradisi Fang Sheng merupakan tradisi melepas makhluk hidup atau hewan ke alam liar yang diajarkan agama Budha. Tujuannya untuk membebaskan kehidupan dan menciptakan keseimbangan bagi makhluk hidup.
Hewan yang dilepas terdiri dari kura-kura, pio atau kura-kura moncong babi, katak, ikan dan belut. Jumlah hewan yang dilepas mencapai ratusan ekor.
Hewan-hewan ini diselamatkan oleh Ketua Komunitas BerAmal 88 Deffry Boy saat akan dipotong di Pasar Petak 9, Glodok, Jakarta Barat. Boy bersama istri, anak dan anggota Komunitas Beramal 88 menyelamat hewan-hewan tersebut dengan cara membeli.

Kemudian, Boy membawanya ke Sungai Cisadane untuk dilepas ke alam. Proses pelepasan dihadiri Warga Tiongkok Zhang Hui Rong
Pelepasan hewan diawali dengan doa untuk keselamatan hewan saat hidup di alam. Setelah itu, proses pelepasan dilakukan, diawali dari pelepasan katak.
Pelepasan katak dilakukan dari darat ke arah Sungai Cisadane. Katak yang dilepas jumlahnya sangat banyak, kurang lebih mencapai 300 ekor katak.
Setelah proses pelepasan katak selesai, Komunitas BerAmal 88 melanjutkan pelepasan Pio, Katak, Ikan dan Belut. Untuk melepas hewan-hewan tersebut, Boy dan anggota Komunitas BerAmal 88 menggunakan perahu dan mencari air Sungai yang dalam.

Kondisi saat itu, air Sungai Cisadane menyusut dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan. . Setelah 10 menit menyusur sungai, akhirnya ditemukan air sungai yang dalam. Boy bersama anggota Komunitas BerAmal 88 langsung melakukan proses pelepasan hewan yang diawali dari Pio dari atas perahu ke air sungai.
Pio yang lepas ini, ukurannya mulai dari kecil hingga besar. Untuk yang ukuran besar, proses pelepasan dilakukan dengan sangat hati-hati.
Setelah itu, dilanjutkan dengan pelepasan kura-kura, ikan gabus dan belut. Pelepasan hewan di atas perahu ini berjalan sukses dan semua hewan yang diselamatkan Boy bersama anggota Komunitas BerAmal 88 telah dilepaskan secara benar tanpa menyakitkan hewan.

Digelarnya tradisi Fang Sheng ini merupakan gagasan Boy. Pria yang gemar bersosial ini, mengajak keluarganya dan anggota Komunitas BerAmal 88 untuk bersama melakukan tradisi Fang Sheng. Boy merasa bahwa hewan merupakan makhluk hidup yang memiliki hak yang sama seperti manusia yakni hak untuk hidup, sesuai dengan ajaran Budha.
“Tuhan menciptakan setiap makhluk hidup yang ada di dunia ini, memiliki hak yang sama dengan kita yakni hidup di bumi ini. Mereka memiliki nyawa, mereka memiliki keluarga kalau sampai dibunuh kan kasihan. Makanya saya mempunyai niat dan saya berusaha melepaskannya pada momen tertentu dan saya bersyukur, apa yang saya lakukan didukung sama saudara-saudara kita di Grup BerAmal 88,” kata Boy saat diwawancarai Tim EL JOHN Media.
Boy menegaskan dirinya tidak mengharapkan apa-apa dalam melakukan tradisi Fang Sheng ini. Dengan hati dan niat yang tulus, Boy hanya ingin melihat semua makhluk hidup dapat hidup di alam, tanpa dikandangkan, diikat bahkan dibunuh.

“Saya juga merasa bahwa yang dilepas juga makhluk itu pasti lebih Bahagia, karena nyawa pada saat itu mau dipotong sama orang yang mau beli kemudian diambil sama kita, suruh jangan potong terus kita melepaskannya,” ujar Boy.
Boy berharap tradisi Fang Sheng yang dilakukan Komunitas BerAmal 88 ini, dapat diikuti komunitas lainnya, agar lebih banyak lagi makhluk hidup yang dapat menikmati alam tanpa gangguan dan ancaman.
“Saya berharap apa yang dilakukan Komunitas BerAmal 88 dapat dilakukan komunitas lainnya untuk membebaskan dan melepaskan makhluk hidup. Tapi saya saran untuk hewan-hewan yang dilepaskan jangan pesan ke distributor atau agen tapi cari hewan-hewan yang akan dipotong, seperti yang kita lakukan langsung terjun ke pasar mencari hewan yang akan dipotong,” tutur Boy.

Perwakilan dari warga Tiongkok Zhang Hui Rong mengapresiasi Komunitas BerAmal 88 yang peduli terhadap makhluk hidup. Zhang berdoa agar niat baik yang dilakukan anggota Komunitas BerAmal 88 dapat dibalas oleh Tuhan yakni dengan hidup Bahagia, rukun, kesejahteraan dan karir yang baik.
Zhang menegaskan dirinya selalu mendukung kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan Komunitas BerAmal 88 dan akan dipraktekan bersama warga Tiongkok saat dirinya pulang kampung halamannya.
