Kota Tua Disulap Jadi Pusat TOD dan Seni, Pemprov DKI Bentuk Tim Khusus

0
siaranpers_pemprov_dki-20251018195715_g00itu_431

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah pusat mengambil langkah tegas dalam mempercepat revitalisasi Kawasan Kota Tua Jakarta. Dalam kunjungan kerja ke lokasi pada Sabtu, (18/10/2025), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan komitmen bersama untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut melalui pendekatan Transit Oriented Development (TOD).

Kawasan Kota Tua yang selama ini dikenal dengan kekayaan sejarah dan arsitekturnya, akan dikembangkan menjadi ruang publik terpadu yang menggabungkan fungsi budaya, seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dalam pernyataannya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa reaktivasi ini akan dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan kolaboratif.

“Kami ingin Kota Tua tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, tapi juga menjadi ruang hidup bagi seni dan ekonomi kreatif urban. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama erat antara Pemprov DKI, pemerintah pusat, BUMN, BUMD, dan sektor swasta,” ujar Pramono.

Sebagai langkah konkret, dibentuk Task Force Reaktivasi dan Pengembangan Kota Tua, yang akan bertugas memetakan peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Tim ini terdiri dari unsur pemerintah pusat, Pemprov DKI, BUMN, BUMD, serta mitra swasta. Fokus utama task force adalah memastikan sinkronisasi pembangunan infrastruktur dasar dengan perencanaan fungsi sosial dan ekonomi kawasan.

Pramono menjelaskan bahwa pada tahap awal 2026, Pemprov DKI akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, sungai, sistem drainase, dan jalur pedestrian. Hal ini dianggap sebagai fondasi krusial sebelum masuk ke tahap pengembangan ruang publik dan fungsi ekonomi kreatif.

Dalam pengembangan jangka menengah, Pemprov DKI merancang pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke kawasan Kota Tua. Dengan langkah ini, kawasan heritage yang telah lama dikenal sebagai ikon budaya akan diperkuat posisinya sebagai pusat seni dan pendidikan kreatif urban.

“Kami ingin menghadirkan Kota Tua sebagai laboratorium hidup seni dan budaya. Kehadiran IKJ akan menciptakan energi baru bagi regenerasi seniman dan pelaku industri kreatif,” kata Gubernur Pramono.

Namun, pemindahan tersebut tidak akan dilakukan terburu-buru. Pramono menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi syarat utama, termasuk penyelesaian jalur MRT Fase II dari Bundaran HI menuju Kota Tua.

Pemprov DKI menargetkan dua momentum besar dalam proses reaktivasi ini. Pertama, perayaan 500 Tahun Jakarta pada 2027 yang ditandai dengan selesainya pembangunan kawasan di atas tanah. Kedua, selesainya proyek MRT Fase II hingga Stasiun Kota pada 2029, yang akan membuat kawasan ini sepenuhnya terintegrasi secara transportasi dan layak menjadi hub urban baru Jakarta.

“Kami ingin wisatawan lokal dan mancanegara menjadikan Kota Tua sebagai destinasi utama. Dengan MRT selesai 2029, Kota Tua akan menjadi pintu gerbang baru Jakarta yang memadukan warisan sejarah dan mobilitas modern,” ujar Pramono.

Sementara itu, Menteri Rosan Roeslani menyatakan dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk koordinasi lintas BUMN yang memiliki aset di kawasan tersebut seperti Bank Mandiri, PT Pos, dan PT KAI.

“Kami mendukung langkah Pak Gubernur. Kolaborasi lintas sektor ini adalah kunci keberhasilan revitalisasi yang tidak hanya indah secara visual, tapi juga punya fungsi nyata bagi masyarakat,” ucap Rosan.

Pemerintah pusat akan memastikan proses revitalisasi dilakukan dengan tetap menjaga nilai-nilai heritage dari gedung dan kawasan yang ada. Rosan menyebut bahwa keterlibatan dunia usaha, komunitas seni, dan akademisi sangat diperlukan agar kawasan Kota Tua benar-benar menjadi model revitalisasi berbasis budaya yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *