Kotak Hitam Pesawat Lion Air JT-160 Dipastikan Diperiksa di Indonesia

0
2635129516

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerima kotak hitam atau black box pesawat Lion Air PK-LQP JT-160 yang  jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu. Kotak hitam itu ditemukan oleh tim selam TNI Angkatan Laut pada Kamis, 1 November 2018.

Kondisi kotak hitam yang ditemukan ternyata tidak lengkap, masih ada bagian lain yang diduga di dasar Laut.  Belum diketahui secara pasti, apakah kotak hitam tersebut merupakan light data recorder (FDR) atau cockpit voice recorder (CVR).

Namun Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebut kemungkinan besar kotak hitam yang ditemukan itu adalah FDR. “Jerih payah kita akhirnya tadi pagi (Kamis, 1 November  2018) menemukan salah satu black box yang dipasang pada pesawat. Kemungkinan besar itu adalah FDR, dan satu lagi saat ini masih dilakukan pencarian. FDR ini fungsinya adalah mengetahui kecepatan, ketinggian, arah jadi kita bisa menguak misteri kecelakaan ini,” imbuh Soerjanto.

Setelah diterima, langkah selanjutnya yang dilakukan KNKT adalah melakukan proses pemindahan data atau mengunduh data yang akan dilanjutkan dengan proses investigasi dan verifikasi data.

Investigator KNKT Ony Soerjo Wibowo memastikan seluruh proses penyelidikan akan dilakukan di Indonesia tepatnya di laboratorium KNKT.

“Akan diunduh di KNKT di laboratorium kita pendahulu kami sudah bersusah payah membuat laboratorium kita akan memanfaatkan semaksimal mungkin,” ungkap Ony saat menggelar konferensi pers di gedung KNKT, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.

KNKT akan mengoptimalkan alat yang ada dan bila mengalami kesulitan akan bekerjasama dengan beberapa pihak seperti bantuan dari Amerika atau Boeing yang merupakan produsen dari pesawat Boeing 738-8 MAX.

Ony menjelaskan, seandainya data dalam kotak hitam yang ditemukan tak bisa dikembalikan atau dibaca, KNKT masih memiliki banyak cara untuk memeroleh data. Menurut dia, KNKT masih bisa mengambil data penerbangan dari flight radar.

Selain itu, data yang lain bisa didapat dari air traffic control (ATC), termasuk data dari reruntuhan atau puing (debris) serpihan pesawat yang dievakuasi. Menurut dia, dengan bantuan National Trasportation Safety Board (NTSB), yang langsung mendatangkan tim dari Boeing, proses analisis data dapat dilakukan dengan maksimal.

“Nanti akan dianalisis, barang ini pecah punya siapa, komponennya apa. Mereka akan bantu kami semaksimal mungkin, karena barangnya kan sudah hancur menjadi puing,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *