Global Hub Bandar Kayangan Lombok Akan Saingi Singapura Menjadi Kota Maritim

Rencana pemerintah pusat membangun pelabuhan internasional bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU)  tercium oleh dua negara di eropa yakni Kroasia dan Rusia.  Dua negara dari benua biru ini menyambut baik dibangunnya pelabuhan internasional tersebut.

Dengan dibangunnya pelabuhan ini, Kroasia dan Rusia berminat untuk menanamkan modalnya di Lombok Utara.  Bahkan kedua negara itu sudah mulai melakukan penjajakan.

“Yang sementara ini penjajakan dari negara Kroasia untuk Bandar Kayangan, sementara kilang minyak ada dari Rusia. Karena masuk dalam proyek nasional maka pembicaraan mengenai ini ada ditingkat pusat,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PM dan PTSP) Lombok Utara Vidi Ekakusuma, Senin, 11 September 2017.

Ternyata investasi bukan hanya dari Kroasia maupun Rusia, namun investor dalam negeri juga ikut meramaikan bursa investasi di Lombok Utara. Jeni investasi yang ditanam yakni  berupa pembangunan perumahan dan industriMeski secara resmi belum mengajukan izin ke daerah tetapi tanda-tanda mengenai realisasinya cukup kuat.

“Sudah ada empat jenis artinya yang akan berinvestasi di sana salahsatu yaitu industri dan perumahan dari investor Jakarta bekerjasama dengan luar negeri,” katanya.

Mengenai regulasi perizinan, pemkab Lombok Utara saat ini tengah merevisi rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), karena ada empat poin rekomendasi dari pusat yang sedang dituntaskan. Hal ini nantinya akan menjadi dasar bagi para investor untuk mengajukan izin ke daerah manakala ingin masuk di areal bandar Kayangan.

“Untuk investasi di Kayangan harus menunggu revisi selasai, tetapi kalau investasi yang lain tidak ada masalah. Karena selama sebelum ditetapkan menjadi Perda maka pemerintah daerah menggunakan Perda RTRW lama,” jelasnya.

Investasi di KLU belakangan tengah menggeliat, bahkan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data tahun 2015 nilai investasi para investor sebesar $ 45.363.154 juta atau Rp 450 miliar lebih, lalu pada tahun 2016 meningkat menjadi $ 73.112.561 juta atau Rp 730 miliar lebih. Selanjutnya pada tahun ini hingga triwulan kedua mencapai $ 27.896.180,36 juta atau sekitar Rp 270 miliar lebih.

Namun demikian, mengenai bandar Kayangan sendiri belum lama ini Ketua Tim Persiapan pembangunan Son Diamar mengatakan jika terealisasi maka di sana akan menjadi Kota baru yang berisi pusat industri, perdagangan dan maritim. Tetapi pembangunan pelabuhan sehingga terhubung dengan Kota akan membutuhkan waktu lama dan biaya yang tak sedikit.

“Membangun pelabuhannya sekitar Rp 15 triliun, tapi bangun kotanya bisa sampai Rp 150 triliun,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *