Kurikulum Robotic Perlu Diterapkan untuk Menghadapi Industri 4.0
Industrial robotic arms with empty conveyor belt 3D rendering
Tidak bisa dipungkiri lagi, industri 4.0 tidak bisa lepas dari peran robotik dalam menopang aktivitas pekerjaan. Karena itu, kurikukum teknologi robotik perlu diterapkan di semua jenjang sekolah di Indonesia.
Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia TIK Nasional (Aptiknas) Soegiharto Santoso pada acara Talkshow dengan tema “STEM Dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0” di Jakarta, Kamis, 15 November 2018.
Soegiharto mengatakan, penerapan kurikulum teknologi robotic dapat mencetak generasi muda yang handal berinovasi berbasis robotic.
“Dengan penguasaan terhadap teknologi robotik dan imajinasi yang luas, generasi kita akan mampu menjadi inventor alias penemu berbagai produk teknologi mutakhir khususnya dunia robotik,” kata Soegiharto.
Acara talkshow ini, dihadiri 500 kepala sekohal se-DKI Jakarta. Di hadapan para sekolah, Soegiharto mengungkapkan, teknologi robotic justru dapat menciptakan profesi baru yang semakin dibutuhkan di saat industri 4.0 diterapkan.
“Jangan kuatir dengan teknologi robotik karena akan memunculkan profesi baru seperti ahli robotik, operator robotik dan industri komponen robot, serta perekayasa robot, Indonesia perlu menyiapkan SDM-nya” ungkapnya.
Soegiharto mengakui bahwa negara-negara lain sudah diposisi terdepan dalam menerapkan teknologi robotic ini. Meski demikian kondisi tersebut, bukan membuat Indonesia patah semangat, justru menjadi pemicu untuk dapat mengimbangi teknologi robotic dari negara lain. Indonesia sebenar sudah banyak memiliki pengalaman terkait teknologi ini, karena tidak sedikit pelajar-pelajar Indonesia yang meraih juara di turnamen robotic dunia.
Sementara itu, Jully Tjindrawan, MBA sebagai Pendiri Yayasan Pendidikan Robotik Indonesia menyampaikan, sosialisasi Program Ekstrakurikuler Robotik itu bertujuan agar sekolah-sekolah SD di Provinsi DKI Jakarta memasukkan edukasi teknologi robotik dalam kegiatan ekskulnya.
Jully mengungkapkan, adanya MoU antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Pendidikan Robotik Indonesia yang bersinergi adalah untuk mendukung kegiatan edukasi teknologi robotik agar generasi penerus bangsa dapat terus berkarya dan berperan dalam pembaharuan teknologi robotik dunia.
“DKI Jakarta sudah menetapkan muatan lokal untuk bidang science dan sejumlah sekolah sudah membuat eskul tentang robotik dan ini dapat dijadikan contoh oleh provinsi lainnya,” katanya.
Menurut dia, pihaknya sudah banyak mendatangkan berbagai jenis robot ke Indonesia sehingga menjadi bahan pelajaran untuk eskul robotik.
“Banyak yang protes karena saya mendatangkan banyak jenis robot, tetapi saya ingin semua siswa mengenal dunia robotik secara luas,” katanya.
