Langkah Nyata Alexandra Matahari Larasati: Dari Kebiasaan Kecil untuk Dampak Besar bagi Bumi

0
Screenshot

Screenshot

El John News, Jakarta – Dalam momentum peringatan Hari Bumi 2026, sosok Alexandra Matahari Larasati tampil sebagai figur muda yang membawa pesan kuat tentang pentingnya kesadaran lingkungan di kalangan generasi masa kini. Bagi Alexandra, Hari Bumi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi untuk kembali menyadari tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi. “Buat aku, Hari Bumi bukan sekadar perayaan, tapi momen untuk refleksi dan mengingat bahwa kita punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga planet ini. Ini juga jadi pengingat bahwa setiap tindakan kecil kita punya dampak besar bagi keberlanjutan bumi,” ungkapnya.

Screenshot

Sebagai seorang mahasiswa di bidang pertanian, Alexandra menunjukkan kepeduliannya melalui langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Putri binaan Yayasan El John Indonesia membiasakan diri menggunakan transportasi umum, mengurangi plastik sekali pakai, hingga membawa tumbler ke berbagai aktivitas. “Hal kecil yang aku lakukan biasanya dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti menggunakan transportasi umum untuk beraktivitas, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler, memilah sampah, dan lebih bijak dalam konsumsi,” jelas Alexandra. Ia juga menambahkan bahwa ketertarikannya pada isu pangan membuatnya semakin memahami keterkaitan erat antara lingkungan dan keberlanjutan hidup manusia.

Screenshot

Isu yang paling menjadi perhatian Alexandra saat ini adalah permasalahan sampah yang terus meningkat. Menurutnya, kesadaran untuk memilah sampah menjadi langkah awal yang sangat penting. “Isu lingkungan yang paling aku peduliin saat ini adalah solusi dari permasalahan sampah yang seakan tidak ada ujungnya. Menurutku, kunci awalnya ada di pemilahan sampah agar lebih mudah diproses dan tidak semuanya berakhir di TPA,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan sustainability sebagai aspek krusial yang akan menentukan masa depan lingkungan.

Dalam upaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli, Alexandra mengedepankan pendekatan yang sederhana dan mudah diterima. Ia percaya bahwa edukasi yang dilakukan secara ringan dan tanpa menghakimi akan lebih efektif. “Cara aku mengajak orang lain adalah lewat contoh nyata dan pendekatan yang relate. Aku lebih suka mengedukasi lewat hal-hal sederhana, kampanye yang ringan, dan kolaborasi,” katanya. Alexandra pun menutup dengan harapan besar untuk masa depan bumi, “Harapanku untuk bumi ke depan adalah semoga semakin banyak orang yang sadar dan bergerak bersama menjaga lingkungan. Aku juga berharap keberlanjutan bukan cuma jadi tren, tapi jadi gaya hidup. Karena bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi titipan untuk generasi selanjutnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *