Lepas Ekspor Perdana Isuzu Traga, Presiden Tantang Industri Otomotif Ekspor 1 Juta Unit

0
WhatsApp Image 2019-12-12 at 14.06.56

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencetak sejarah dalam segi penjualannya.  Produsen mobil itu, sukses mengekspor perdana kendaraan buatannya ke Filipina. Kendaraan yang diekspor tersebut, merupakan kendaraan jenis niaga “ Isuzu Traga”.

Ekspor ini, dilepas langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pabrik perakitan PT IAMI di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur pada Kamis,(12/12/2019).  Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Masafumi Ishii, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Jumlah kendaraan yang diekspor mencapai 120 unit dan Filipina menjadi negara pertama yang menerima kendaraan tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi IAMI yang membantu Pemerintah dalam mengurangi impor. Seperti diketahui pengurangan impor  telah menjadi fokus Pemerintah, untuk menekan defisit neraca perdagangan.

Ekspor ini, juga menjadi bukti, bahwa Pemerintah berkomitmen untuk menerbitkan kebijakan yang dapat mempermudah Industri dalam melakukan penjualannya, khususnya ekspor. Dua hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mengurangi baik itu defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan.

“Kita berharap current account deficit kita semakin mengecil dan neraca perdagangan kita juga bisa surplus. Jangan sampai impornya lebih banyak dari ekspor,” ucapnya.

“Ini yang diharapkan oleh pemerintah oleh negara ini. Ekspor kita semakin meningkat, semakin terus naik, yang pada ujungnya kita berharap current account, defisit kita semakin mengecil dan semakin nantinya neraca perdagangan kita juga bisa surplus,” tambah Presiden.

Dalam kesempatan ini, Presiden meminta industri otomotif bisa menggenjot ekspor menjadi tiga kali lipat hingga 2024. Presiden pun menantang para industri otomotif di Indonesia untuk dapat mengekspor minimal 1 juta unit pada tahun 2024. Upaya menggenjot ekspor menurut Presiden, untuk meraih surplus neraca perdagangan.

“Saya yakin bisa terwujud, defisit transaksi berjalan bisa teratasi. Negara kita akan menjadi production hub otomotif, ekspor ke semua negara. Itu target yang ingin kita capai dalam lima tahun ke depan. Ruang itu terbuka lebar. Makanya saya menghargai Isuzu Astra Motor Indonesia bisa melakukan ekspor perdana,” papar Presiden.

IAMI berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor hingga lebih dari 20 negara. Tidak hanya menyasar ekspor untuk pasar di wilayah Asia Tenggara saja, tapi juga merambah ke Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika. Memperluas tujuan eskpor ini, untuk memenuhi target yang ditetapkan IAMi, yakni pada tahun 2020, IAMI menetapkan target ekspor sebanyak 6.000 unit.

“Tadi disampaikan oleh Bapak Prijono (Presdir Astra), Pak, tahun ini hanya satu negara. Hanya satu negara, tapi dalam tiga tahun ke depan akan masuk ke 20 negara baik itu di Afrika, baik itu di Asia Timur, baik itu di Timur Tengah. Ini yang diharapkan oleh pemerintah,” ujar  Presiden.

Presiden mendukung langkah IAMI yang memperhatikan kemampuan para putra bangsa. Hal itu diperlihatakan IAMI untuk merangku  SMK-SMK di sekitar kawasan industri tersebut. Upaya IAMI itu menjadi  langkah yang baik, dalam meningkatkan kemampuan generasi bangsa dalam hal pembuatan kendaraan.

“Saya sangat menghargai PT Isuzu Astra Motor Indonesia yang juga telah bermitra, bekerja sama, dengan SMK-SMK di sekitar industri ini baik dalam memberikan training-training, memberikan contoh-contoh, memberikan cara-cara kerja yang baik, menularkan budaya kerja disiplin serta kerja keras kepada mereka,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *