Libur Nyepi dan Lebaran, Menkes Pastikan RS Tetap Layani Kasus Darurat

0
177367340669b81bbe722055.79280409

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau kesiapan layanan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan masa libur nasional. (Foto: Humas Kemenkes)

El John News, Jakarta-Pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Kementerian Kesehatan menegaskan seluruh rumah sakit vertikal tetap beroperasi penuh, khususnya untuk menangani kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, layanan kegawatdaruratan akan tetap tersedia selama masa cuti bersama pada 20 hingga 24 Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan esensial.

Penegasan tersebut disampaikan saat Menkes meninjau kesiapan fasilitas di Rumah Sakit Kanker Dharmais bersama Menteri PANRB Rini Widyantini, Senin (16/3/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan publik tetap berjalan di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA).

“Seluruh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, ada hampir 40 rumah sakit, selama liburan panjang ini sesuai arahan Bapak Presiden akan tetap beroperasi untuk semua tindakan emergensi,”

Menurutnya, sejumlah layanan vital seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), pemeriksaan CT Scan untuk pasien stroke, hingga tindakan operasi akibat kecelakaan akan tetap siaga selama 24 jam. Tenaga medis beserta fasilitas pendukung juga telah dipersiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Tercatat ada 3.292 rumah sakit, 10.300 puskesmas, serta lebih dari 119 ribu Public Safety Center (PSC) yang disiapkan. Selain itu, sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan akan beroperasi di 31 provinsi dengan dukungan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, Rini Widyantini menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas layanan publik selama masa libur. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika terdapat kendala dalam pelayanan kesehatan.

“Kesehatan adalah layanan esensial yang harus ada setiap saat. Kami menyediakan portal www.lapor.go.id
melalui SP4N-LAPOR! serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis barcode yang tersedia di setiap fasilitas kesehatan. Masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dan Pak Menkes terhadap layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun rumah sakit,” tegas Rini.

Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang tetap bertugas selama libur panjang. Inovasi layanan seperti sistem pendaftaran online yang telah diterapkan di RS Dharmais diharapkan dapat diperluas ke berbagai fasilitas kesehatan lainnya demi meningkatkan kenyamanan pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *