Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Wisatawan Serbu Kepulauan Seribu

Libur panjang memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus dimanfaatkan oleh ribuan wisatawan untuk berlibur ke wilayah Kepulauan Seribu. Berdasarkan data dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu, tercatat sebanyak 2.070 wisatawan baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke gugusan pulau yang terletak di utara Jakarta tersebut pada Jumat, 30 Mei 2025.
Para wisatawan datang melalui berbagai titik keberangkatan utama, seperti Dermaga Marina Ancol, Muara Angke, Tanjung Pasir, dan Cituis. Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, menjelaskan bahwa Muara Angke menjadi jalur tersibuk, dengan jumlah kedatangan mencapai 1.415 orang, diikuti oleh Marina Ancol sebanyak 385 orang, Tanjung Pasir dengan 163 orang, dan Cituis sebanyak 107 orang.
“Jumlah ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap wisata bahari di Kepulauan Seribu tetap tinggi, terutama saat momentum libur panjang seperti sekarang,” ujar Sonti saat diwawancarai pada Jumat (30/5/2025).
Ia juga memprediksi bahwa arus kunjungan wisatawan akan terus meningkat hingga akhir pekan. Libur panjang yang bertepatan dengan cuaca cerah membuat Kepulauan Seribu menjadi pilihan utama para pelancong, baik yang ingin menikmati wisata pantai, snorkeling, diving, hingga sekadar bersantai di cottage pinggir pantai.
“Pulau-pulau berpenduduk seperti Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, dan Pulau Pari masih menjadi favorit wisatawan. Selain keindahan alamnya, faktor kemudahan akses dari Jakarta juga menjadi alasan utama,” jelasnya.
Akses ke Kepulauan Seribu memang relatif mudah dijangkau. Wisatawan dapat memilih berbagai titik keberangkatan dengan pilihan moda transportasi laut sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Di Dermaga Kali Adem, misalnya, tersedia kapal kayu tradisional dengan tarif Rp 50.000 – Rp 80.000, serta kapal milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan tarif sekitar Rp 44.000 – Rp 74.000.

Sementara itu, bagi wisatawan yang menginginkan kenyamanan lebih, Dermaga Marina Ancol menawarkan kapal cepat dengan tarif lebih tinggi, yakni Rp 175.000 – Rp 300.000, tergantung tujuan pulau dan jenis layanan kapal.
Menurut Sonti, keberagaman pilihan transportasi inilah yang mendukung tingginya angka kunjungan ke wilayah Kepulauan Seribu.
“Transportasi yang fleksibel dan terjangkau membuat wisata bahari ini semakin diminati. Kami juga terus mendorong pelaku usaha pariwisata lokal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” tambahnya.
Dengan meningkatnya kunjungan ini, Sonti berharap seluruh pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat lokal, menjaga standar kebersihan, kenyamanan, dan keamanan agar pengalaman wisata di Kepulauan Seribu semakin membekas dan berkesan.
