CultureDestinationHeadline NewsTourism

Lima Negara Akan Ambil Bagian di Pesta Kesenian Bali 2017

Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 dipastikan akan dibanjiri berbagai pertunjukan seni dari seluruh kabupaten yanga ada di Bali. Mereka akan menampilkan masing-masing  ciri khas keseniannya yang menonjo . Ternyata tidak hanya kabupaten di Bali, negara lain juga naksir untuk tampil di pesta kesenian terbesar di Bali itu.

Berdasarakan data dari Dinas Pariwisata (Dispar)  Provinsi Bali ada lima negara yang ikutserta memeriahkan PKB 2017. Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) provinsi Bali AA Yuniartha Putra,  mengatakan Jepang, Timor Leste, Tunisia dan India akan turut serta dalam pesta seni itu. Mereka bahkan telah mengkonfirmasi keikutsertaan dalam PKB 2017.

Agus menjelaskan  negara-negara yang sudah mengkonfirmasi keikutsertaannya ini juga sekaligus memberitahu apa saja yang akan ditampilkan. Untuk  Tunisia akan turun dengan rombongan Budaya Noujourn Ermasrah Korba Tunisia dan India dengan Indian Classical & Contemporary Dance Performance. Hal itu dipastikan oleh Consul General of India. Sementara Timor Leste belum menjelaskan akan menurunkan apa, namun Jepang sepertinya akan seperti tahun lalu yakni menampilkan tarian Bali.

Menurut Agung  dari lima negara yang sudah tampil di PKB ini adalah Jepang.  Pada tahun lalu beberapa warga Jepang mengikuti pementasan seni tari di acara PKB. Pementasan tarian di bawah naungan Sanggar Wira Kencana. ”Mereka (warga Jepang) sangat antusias, dan bersemangat, fokus dan konsisten. Ini menambah meriah PKB,” ujar Agung.

”Seperti tahun lalu Jepang juga akan ikut kembali, selain Jepang yang sudah mengkondirmasi bakal hadir adalah Timor Leste, Tunisia dan India,” tambah Agung.

Tidak hanya diikuti perwakilan dari lima negara, namun event kesenian ini yang digelar satu bulan penuh ini, juga akan diikuti daerah-daerah lain asal Indonesia. Di antaranya adalah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, D.I. Yogyakarta dan Provinsi Aceh.

”Jadi saya pastikan akan meriah dan menarik, karena memang kami sudah menekankan kepada seluruh daerah di Bali maupun di luar Bali untuk menghadirkan pentas yang sangat unik dan menarik namun jangan sampai monoton,” ujar Agung.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, pihaknya memang akan fokus di perhelatan yang mengedepankan seni dan budaya daerah yang akan digelar satu bulan penuh tersebut. Esthy mengatakan PKB yang juga disebut dengan “Annual Bali Art Festival” itu selalu menjadi pusat perhatian masyarakat Bali sendiri. Perhelatan ini pertama kali dilangsungkan pada tahun 1979 sebagai warisan dari kepemimpinan Almarhum Ida Bagus Mantra.

Pada waktu itu, Bagus Mantra menyatakan gelar PKB ini sebagai ajang kreativitas dan inovasi para pelaku seni di Bali. Pementasan berlangsung sangat serius, dan diikuti hampir semua daerah. Untuk bisa tampil di sini, semua mempersiapkan dengan sangat serius, berlatih berbulan-bulan.

Bahasanya pun masih menggunakan bahasa lokal Bali, sehingga tidak semua pengunjung memahami isinya. Tetapi kesenian Bali itu sangat komplet, isi ceritanya, gerak tari dan instrumentalianya. Tahun 2017, PKB memasuki umur yang ke 39 dengan mengusung tema Ulun Danu.Wawan menambahkan, acara ini juga dalam rangka memanjakan para wisatawan mancanegara (wisman) atau wisatawan nusantara (wisnus) yang sedang berlibur di Pulau seribu pura ini.

”Ini karena begitu besar makna acara ini buat rakyat Bali. Acaranya beragam dan bisa membuat wisatawan semakin nyaman di Bali dan semakin terpesona,” kata Wawan. Dia menjelaskan bahwa PKB merupakan sebagai wadah penggalian, pelestarian dan pengembangan seni budaya, telah dirasakan memberikan kontribusi dan motivasi yang tinggi kepada masyarakat dalam mengapresiasi dan meningkatkan mutu seni budaya di Bali.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif keikutsertaan negara lain di perhelatan PKB 2017. ”Budaya itu bersifat universal, sehingga melalui perhelatan PKB ini diharapkan dapat mempererat hubungan dengan negara negara asing dan juga semakin memukau wisatawan mancanegara,” kata Menpar Arief Yahya.

Menurutnya hadirnya peserta dari mancanegara itu akan membuat gengsi PKB semakin melejit. Itu juga akan mengundang seniman, komunitas seni dan wisatawan dari mancanegara untuk melihat langsung ke Pulau Dewata.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button