Lontong Tuyuhan, Warisan sejarah kaya akan budaya
EL John News, Jakarta – Lontong Tuyuhan kuliner tradisional khas Rembang yang masih bertahan hingga kini. Disajikan dengan lontong berbentuk segitiga, ayam kampung, serta kuah kuning bercita rasa gurih, hidangan ini dapat dijumpai di kawasan pusat kuliner lontong tuyuhan. Lebih dari sekadar sajian sarapan, Lontong Tuyuhan mencerminkan identitas kuliner masyarakat.
jejak sejarah Lontong Tuyuhan tak terpisahkan dari kisah terbentuknya Desa Tuyuhan dan perkembangan Islam di tanah Jawa. Cerita tutur yang hidup di tengah masyarakat mengaitkan nama Tuyuhan dengan perjalanan dakwah Sunan Bonang, salah satu Wali Songo.
“Dulu itu katanya ada Blacak Ngilo Sunan Bonang yang singgah ke sini. Dari situlah, sampai ke buyut-buyut kami, disebut Tuyuhan. Jadinya ya dikenal sebagai lontong Tuyuhan,”
ujar Ida, salah satu penjual Lontong
Nama Tuyuhan sendiri diambil dari nama desa asalnya, yang kerap ramai dikunjungi saat musim liburan. Menariknya, di pusat kuliner tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati seporsi lontong hangat, tetapi juga suasana pedesaan dengan hamparan kebun tebu yang menambah kesan tenang dan alami.

Di tengah gempuran kuliner modern, Lontong Tuyuhan hadir sebagai pengingat bahwa rasa, sejarah, dan tradisi dapat berjalan beriringan menghangatkan perut sekaligus menyimpan cerita panjang dari dapur tradisi Rembang.
