Majukan Dunia Interior, Bekraf Hadirkan Puluhan Desainer di Pameran CASA
Perkembangan dunia desain interior saat ini telah berkembang begitu cepat dan dinamis dimana telah menembus semua jenis usia, gender, dan batasan negara di seluruh dunia. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjawab perkembangan tersebut dalam pameran CASA yang digelar pada 31 Mei – 3 Juni 2018 di Ballroom The Ritz Carlton Jakarta, Pasific Place.
“Tahun ini Bekraf dengan bangga mendukung para desainer untuk menunjukan wajah baru desain interior yang membawa kepekaan dalam estetika, visi kuat dan kreativitas yang luar biasa,” ujar Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak dalam siaran pers yang diterima Redaksi El John News, Senin, 4 Juni 2018.
Bekraf memfasilitasi sebanyak 33 pelaku di sub sektor desain baik perorangan maupun grup dengan jumlah karya sebanyak 35 yang terdiri dari elemen furnitur, dekorasi hunian, ruang makan dan dapur serta perwakilan desainer Francis Surjaseputra yang telah difasilitasi mengikuti Salone Del Mobile 2018 di Milan, Italia beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan ini juga akan ditampilkan 17 desainer dari program unggulan Bekraf yaitu Inovatif dan Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) yang disebut Koperasi IKKON (KOPIKKON).
Joshua menjelaskan fungsi dari desain interior telah berubah menjadi sesuatu yang dibutuhkan oleh banyak orang sehingga menjadi trend yang mengubah kehidupan dari bidang sosial hingga politik bahkan ekonomi dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan tekonologi. “Tetapi harus diingat perubahan-perubahan desain interior akan juga diikuti oleh kecenderungan mencari keseimbangan, sehingga mendorong lahirnya desain-desain (trend) baru dan hal ini berlaku umum dan pasti dalam segala sendi kehidupan,” ujarnya.
Sebanyak 33 desainer dan karyanya akan tampil dalam Bekraf Designers Lounge dengan tema pameran Casa tahun ini yakni “One Nation”. Bekraf sendiri mengusung “Identities” dalam karya-karya yang akan ditampilkan. IDentities adalah Indonesia dan Entitas, namun dapat menjadi kesatuan arti yaitu Identitas. Merupakan program perayaan keragaman karya kontemporer Indonesia yang digagas oleh Bekraf melalui Deputi Pemasaran.
“Kita memiliki kewajiban menjawab dan memberikan solusi terhadap tantangan-tantangan perekonomian dengan cara mendukung perkembangan industri kreatif di sub sektor desain interior agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum,” ujarnya.
Bekraf ingin mencoba mengedepankan ragam bentuk karya dan produk Indonesia dari berbagai daerah di tanah air dengan wajah yang berbeda, berasal dari keragaman budaya Indonesia, yaitu ragam etnis, agama, bahasa, desain motif, arsitektur, tradisi dan cerita.
“Desainer muda tetap menjadi prioritas tetapi tentu kualitas karya menjadi penentu. penyeleksian melalui Open Call, jadi mutu menjadi dasar pertimbangan pertama,” kata Joshua.
Para desainer dan produknya yang terpilih merupakan hasil kurasi Open Call yang telah dilakukan oleh tim Bekraf dan kurator Rina Renville. Menurut Rina delegasi Bekraf untuk Casa 2018 merupakan karya desain dan kreativitas desainer Indonesia mewakili perkembangan terkini, “yang mewakili juga potensi dan kualitas karya yang siap dikomersialkan. Karya desain original yang beberapa belum atau sudah dikenal di lokal memiliki juga kekuatan desain yang menonjol,” katanya.
Selain itu Ia menambahkan untuk produk furnitur dan dekorasi hunian adalah yang memiliki kepekaan dalam segi material, estetika maupun konsep tradisi yang kuat dari ciri khas setiap desainer. Diperoleh 70 pendaftar dari 3 kategori yaitu furnitur, dekorasi hunian, ruang makan dan dapur. Para pendaftar ini terdiri dari desainer tunggal, studio desain, desainer muda, label kreatif maupun mahasiswa desain. “Sementara untuk ketertarikan mahasiswa desain dalam pendaftaran ini sekitar 25-30 persen”, tambah Rina.
