Pageants

Malam Itu…

Beribu-ribu bintang menjadi saksi indahnya malam itu. Malam yang tak akan pernah terlupakan bagi seorang De Ajenk Purbandini, ya panggil saja Ajeng. Kilaunya bintang merengkuh manisnya cerita yang terukir di Morowali, Sulawesi Tengah dua tahun lalu.

“Kamu pernah ngga bayangin kalo kita itu hidup sendiri di dunia ini?” ucap Gibral, Sang Punjangga bagi Ajeng.

Pertanyaan yang tertancap di pikiran Ajeng sampai detik ini. Pertanyaan unik yang tak pernah diduga. Sambil terduduk bahagia di dermaga malam itu, Gibral pun menjelaskan maksud dari pertanyaan yang terlontarkan dari bibirnya.

“Kamu bayangin deh kamu itu satu-satunya yang hidup di dunia ini, yang lain hanyalah figuran, kamu yang paling spesial dan kamulah yang paling berharga” jelas Gibral.

Senyum manis pun merekah dari bibir Ajeng. Ia merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini. Tak ada yang lain, ya hanya akulah yang paling berharga. Kutipan yang dapat dipetik pada malam itu.

Ajeng pun bersyukur diberi kesempatan untuk kenal dengan pria itu. Pria yang sampai saat ini masih menemani dirinya. Pria yang membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik kemarin, saat ini, dan selamanya. “He’s my reflection”, itulah Gibral, bagi seorang De Ajenk Purbandini.

 

Penulis: Aida Putri/ Finalis PPI 2016 no.17

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button